Senior Advisor Fraud Banking Investigation BCA, Wani Sabu,
Poin Penting
Jakarta – Serangan siber menjadi salah satu ancaman terbesar bagi industri perbankan. Satu serangan yang berhasil menembus sistem dapat merusak kepercayaan nasabah terhadap bank.
Untuk itu, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat sistem penanganan insiden siber agar setiap serangan dapat diselesaikan sebelum diketahui publik. Hal tersebut disampaikan Senior Advisor Fraud Banking Investigation BCA, Wani Sabu.
“Sebenarnya, kami banyak case (serangan siber) nggak sih? Ya banyak lah, nggak mungkin nggak. Tapi, kalau case BCA itu sudah selesai, sebelum sampai ke wartawan dan masyarakat,” terangnya di acara Infobank Institute bertajuk Digital “Payment & Security Outlook 2026-2030: Trends, Competitive Landscape and Forecast Insight”, Jumat, 21 November 2025.
Baca juga: Fraud as a Service Mengganas, Perbankan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Siber
Wani menjelaskan bahwa rapat dan koordinasi antar-divisi sebenarnya penting untuk mengetahui akar penyebab serangan. Namun dalam situasi genting, penyelamatan dana nasabah menjadi prioritas utama.
Ia menyebut salah satu strategi BCA yang jarang dilakukan bank lain adalah meminimalkan rapat dan proses follow-up lintas divisi saat insiden terjadi.
“Terlalu banyak follow-up justru berpotensi membuat pelaku lolos dan menimbulkan kerugian terhadap nasabah,” jelasnya.
Menurutnya, BCA telah memiliki parameter penanganan insiden yang memungkinkan kasus langsung ditangani oleh divisi Fraud Banking Investigation tanpa menunggu persetujuan atau koordinasi berlapis.
“Jadi kalau BCA ada kasus, kami sudah ada parameternya. Ada kasus itu bisa langsung open ke (divisi) Fraud Banking Investigation. Lalu, kami punya kuasa untuk melakukan laporan ke polisi,” tambah Wani.
Wani juga mengungkap bahwa tim Fraud Banking Investigation kerap turun langsung bersama kepolisian untuk menginvestigasi dan menangkap pelaku. Pemahaman mendalam terhadap modus para fraudster menjadi bekal BCA untuk memperkuat sistem keamanan digital ke depan.
Baca juga: Mewakili Indonesia, Halo BCA Raih Penghargaan Global “Top Ranking Performers Awards 2025”
Ia menambahkan pentingnya membangun jejaring dengan pelaku industri, perbankan, dan regulator untuk berbagi informasi terkait tren serangan siber.
“Perbanyaklah teman-teman kita yang ada di industri perbankan tersebut. Contohnya, kami sudah punya grup dengan OJK. Di sana, kami bisa meminta tolong jika ada kebutuhan,” ujarnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut integritas Kementerian Keuangan banyak dipertanyakan masyarakat, terutama akibat… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group ADA sebuah peristiwa kecil di Senayan… Read More
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 10 Maret 2026 ditutup… Read More
Poin Penting AXA Financial Indonesia meluncurkan AXA Gen Health, produk asuransi tambahan (rider) yang fokus… Read More
Poin Penting Harga emas masih berpotensi naik di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, bahkan… Read More
Poin Penting Penjualan eceran Februari 2026 diprakirakan menguat, dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 6,9… Read More