Perbankan

Jurus Bank Mega Syariah Genjot DPK Sepanjang 2024

Jakarta – Bank Mega Syariah telah menyiapkan sejumlah strategi dalam melanjutkan kinerja positifnya sepanjang 2024. Salah satunya adalah dengan menggenjot pertumbuhan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

Dijelaskan Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo, untuk mengembangkan DPK, Bank Mega Syariah akan fokus garap bisnis di segmen ritel. Tahun ini, perseroan siap meluncurkan sejumlah produk dan program baru. Seperti program Berkah Berlimpah Mega Syariah (BBM). Ini program poin berkah berhadiah yang diperuntukkan bagi nasabah yang terdaftar sebagai pengguna Aplikasi M-Syariah.

“Nasabah akan berkesempatan dapat beragam hadiah menarik yang diundi setiap kuartal, mulai dari voucher umroh/trip senilai Rp30 juta, logam mulia 5 gram, voucher gadget senilai Rp20 juta, hingga grand prize Hyundai Ioniq 5,” ungkapnya dalam acara buka puasa bersama media di Jakarta, 26 Maret 2024.

Baca juga: Selama Ramadan, Bank Mega Syariah Genjot  Transaksi Syariah Card hingga Rp20 Miliar

Selain itu, lanjut Yuwono, Bank Mega Syariah juga akan fokus pada Tabungan Haji yang mendukung masyarakat dalam melakukan perencanaan haji dengan setoran awal yang ringan.

“Pada 2023, total nasabah tabungan haji mengalami peningkatan 103 persen dari 2022. Sementara tabungan haji hingga akhir tahun ditargetkan tumbuh sebesar 64 persen secara tahunan,” ujar Yuwono.

Adapun total nasabah tabungan haji plus mengalami peningkatan lebih dari 800 persen selama periode Januari – Maret 2024, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, peningkatan layanan teknologi mobile banking M-Syariah juga jadi concern perseroan. Terutama dalam menghadirkan fitur dan layanan digital kepada nasabah. Terbukti, sejak diluncurkan pada 2021, aplikasi mobile banking M-Syariah mengalami peningkatan pengguna sebesar 98 persen secara tahunan dari tahun 2022 ke 2023.

“Transaksi nasabah di M-Syariah mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 50 persen dari tahun 2022 ke 2023. Kalau fitur-fitur yang paling banyak digunakan pada tahun 2023, antara lain menu transfer, isi ulang e-Wallet, pembelian pulsa dan paket data, QRIS, serta pembelian dan pembayaran Listrik,” jelasnya.

Sementara dari sisi penyaluran pembiayaan, Bank Mega Syariah terus menggarap pembiayaan di segmen consumer dan business banking. Pada pembiayaan consumer, misalnya, fokus produk yang diberikan adalah Flexi Home, yaitu Pembiayaan Kepemilikan Properti. Kemudian ada juga Flexi Sejahtera, pembiayaan rumah bersubsidi. 

“Flexi Home jadi produk yang memiliki kontribusi terbesar pada 2023, yaktu lebih dari 47 persen dari total pembiayaan consumer di 2022,” jelas Yuwono.

Baca juga: RUPS Tahunan Bank Mega Putuskan Bagikan Dividen

Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan consumer pada kuartal 1 2024 juga sangat positif, yakni tumbuh lebih dari 16 persen dari periode yang sama tahun lalu.

“Kami harapkan pembiayaan consumer dapat tumbuh lebih dari 30 persen tahun ini,” harap Yuwono.

Sepanjang 2023, Bank Mega Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp238,72 miliar atau tumbuh 2,77 persen secara tahunan. Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kinerja pendapatan dari penyaluran dana yang tumbuh mencapai 31 persen yoy, mencapai total Rp1,21 triliun dari Rp920,53 miliar pada tahun 2022. Adapun DPK yang terhimpun sepanjang 2023 sebesar Rp9,69 triliun.

“Pada kuartal 1 2024, diproyeksikan akan terjadi pertumbuhan positif di beberapa parameter finansial seperti aset, pembiayaan, dan DPK,” tutup Yuwono. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

1 hour ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

6 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

10 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

10 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

10 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

10 hours ago