Poin Penting
Jakarta – Di tengah maraknya kejahatan digital yang menyebabkan raibnya dana nasabah perbankan, Bank Jambi memperkuat sistem keamanan siber guna menjaga dana dan kepercayaan masyarakat.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, mengatakan pihaknya terus memperkuat sistem keamanan digital untuk meminimalkan risiko peretasan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Dengan amannya dana nasabah, maka kepercayaan masyarakat untuk menabung di Bank Jambi akan terus terjaga,” ujar Khairul, dinukil laman Bank Jambi, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menjelaskan, penguatan keamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan infrastruktur teknologi informasi, pengawasan transaksi elektronik, hingga penerapan standar kepatuhan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Baca juga: Laba Bank Jambi Tumbuh 3,55 Persen Jadi Rp272,14 Miliar di September 2025
Selain itu, perseroan juga rutin melakukan maintenance sistem untuk memastikan keamanan digital tetap terjaga, terutama dalam mendukung layanan berbasis teknologi seperti mobile banking yang kian menjadi kebutuhan masyarakat.
Selain memperkuat sistem keamanan siber, Bank Jambi juga menghadirkan layanan pengaduan cepat, tepat, dan responsif selama 24 jam melalui call center resmi Bank Jambi.
Layanan ini memungkinkan nasabah segera melaporkan apabila terjadi transaksi mencurigakan atau pengurangan saldo yang tidak dilakukan oleh nasabah.
Baca juga: Laba Bank Jambi Tumbuh 3,55 Persen Jadi Rp272,14 Miliar di September 2025
Setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti oleh tim khusus. Dalam kasus dugaan penipuan atau scam, Bank Jambi segera melakukan langkah pengamanan seperti pemblokiran rekening pelaku serta koordinasi dengan pihak terkait, termasuk OJK.
Bank Jambi juga menyediakan kanal pengaduan melalui kantor cabang terdekat serta layanan call center resmi di 1500665 sehingga nasabah dapat memilih metode pelaporan yang paling mudah dan cepat.
Ia menegaskan, perkembangan digitalisasi harus diimbangi dengan pemenuhan SDM yang mumpuni. Bank Jambi terus meningkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi guna mengantisipasi potensi kejahatan siber.
“Karena semakin berkembang teknologi, semakin berkembang pula kejahatan yang memanfaatkan teknologi digital. Ini harus diantisipasi secepat mungkin,” urainya.
Sebagaimana diketahui, OJK mencatat hingga 14 Januari 2026 telah menerima ratusan ribu laporan pengaduan terkait kasus penipuan atau scam yang masuk melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Amar Bank menilai perbankan digital memiliki peluang besar untuk memperluas penyaluran kredit kepada… Read More
Poin Penting Konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak memicu volatilitas pasar keuangan Indonesia serta… Read More
Poin Penting IBI menggelar program sosial “Bankir Berbagi: Bersama Menebar Kebaikan” pada 10 Maret 2026… Read More
Poin Penting DBS Foundation menyalurkan hibah Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise di Indonesia melalui… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut integritas Kementerian Keuangan banyak dipertanyakan masyarakat, terutama akibat… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan taklimat nasional untuk menghadapi kondisi global yang bergejolak… Read More