Keuangan

Jurus Adira Finance Jaga Pertumbuhan Bisnis di 2025

Jakarta – Menghadapi tantangan ekonomi yang masih berat di awal tahun ini, Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnisnya.

Direktur Utama Adira Finance, I Dewa Made Susila, mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi sepanjang 2024 telah berdampak pada penurunan penjualan dan peningkatan biaya kredit.

“Konsumen kami mayoritas dari kelas menengah bawah, dan mereka sangat terdampak di 2024. Likuiditas di masyarakat berkurang, kredit usaha rakyat (KUR) dikurangi, dan pinjaman online (pinjol) lebih selektif. Kondisi ini membuat daya beli melemah,” ujar Made dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media, yang juga dihadiri Infobank, Senin, 3 Februari 2025, di Jakarta.

Menurutnya, pemulihan ekonomi di 2025 masih berjalan lambat, terutama karena pemerintahan baru belum efektif dan tekanan konsumsi masih terjadi akibat kebijakan pajak seperti kenaikan PPN. Di sektor otomotif, Made menilai prospeknya belum terlalu optimistis, terutama untuk mobil. Sementara itu, pasar sepeda motor diperkirakan tumbuh tipis sekitar 3-4 persen.

Baca juga: Dorong Literasi dan Digitalisasi di Pasar Tradisional, Begini Strategi Adira Finance

Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, salah satu strategi utama Adira Finance di 2025 adalah diversifikasi portofolio pembiayaan. Perusahaan akan terus memperluas bisnis ke segmen non-otomotif.

“Bisnis multifinance tidak hanya soal pembiayaan kendaraan. Tahun lalu, pembiayaan multiguna kami mencapai Rp9 triliun, terutama dari produk Solusi Dana. Ini akan terus kami kembangkan karena kebutuhan likuiditas masyarakat masih tinggi,” jelas Made.

Selain itu, Adira Finance juga akan memperkuat basis konsumennya agar tetap berada dalam ekosistem perusahaan. Untuk mempertahankan pangsa pasar otomotif, perusahaan akan menambah mitra dealer dan memperluas jaringan ke daerah-daerah baru.

“Kami berencana membuka sekitar 20 cabang dan kantor satelit baru, terutama di luar Jawa. Kompetisi di sana tidak seketat di Jawa, sehingga masih menjadi peluang besar,” ujar Made. Saat ini, Adira Finance memiliki 200 kantor yang tersebar di berbagai daerah.

Lebih jauh, transformasi digital juga menjadi fokus utama Adira Finance di tahun ini. Aplikasi Adiraku, yang diperkenalkan untuk mempermudah layanan keuangan bagi pelanggan, mulai menunjukkan hasil positif.

“Tahun lalu, pembiayaan yang dilakukan melalui Adiraku mencapai Rp1 triliun. Kami akan terus mengembangkan layanan ini agar lebih banyak pelanggan yang bisa mengakses produk kami dengan mudah,” kata Made.

Baca juga: Pembiayaan Multifinance Tumbuh 8,37 Persen jadi Rp501,89 Triliun di Oktober 2024

Di 2024, Adira Finance mencatat pembiayaan baru sebesar Rp36,6 triliun, turun 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya akibat pelemahan sektor otomotif dan kondisi ekonomi yang menantang. Namun, pembiayaan non-otomotif justru tumbuh 10 persen, didorong oleh peningkatan permintaan produk multiguna seperti Solusi Dana.

Dengan strategi diversifikasi, perluasan jaringan, dan transformasi digital, Adira Finance optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnisnya di tengah ketidakpastian ekonomi di 2025. (*) Ari Nugroho

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

MK Putuskan Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara, Ini Respons KPK

Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More

1 hour ago

OJK Blokir 33.252 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat EDD

Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More

2 hours ago

OJK: 53 Penawaran Umum dalam Pipeline, 15 di Antaranya Siap IPO

Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More

2 hours ago

Marak Joki Coretax di Medsos, Begini Tanggapan Menkeu Purbaya

Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More

4 hours ago

Universal Banking di Depan Mata, OJK Soroti Tantangan Kesiapan IT Industri Perbankan

Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More

4 hours ago

IHSG Dibuka Rebound, Balik Lagi ke Level 7.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More

5 hours ago