Nasional

Junjung Energi Hijau dan Terbarukan, Jababeka Lakukan Ini

Jakarta – Peran teknologi dan digitalisasi telah merambah ke berbagai sektor, termasuk sektor properti. PT Jababeka Tbk menjadi salah satu perusahaan properti yang memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini untuk mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Melalui penerapan sistem teknologi eco and smart industrial park, General Manager Sales and Marketing Jababeka Group, Rudy Subrata, mengungkapkan bahwa pihaknya merasakan banyak manfaat dari sistem ini.

“Jababeka sudah berkomitmen untuk mengembangkan industri berdasarkan prinsip renewable energy dan green ecosystem. Inilah mengapa kita mendapatkan green certificate,” ujar Rudy dalam acara seminar bertopik “Leading Smart Industrial Facilities Management for the Future” di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2025.

Baca juga: J Trust Bank dan Jababeka Beri Kemudahan Miliki Tempat Tinggal di Pusat Bisnis 

Rudy menjelaskan bahwa isu pertama yang berhasil diatasi melalui sistem eco and smart industrial park adalah efisiensi energi. Efisiensi ini memungkinkan penggunaan lebih banyak alternatif dalam pemanfaatan energi.

Energi alternatif tersebut digunakan untuk menyalakan electricity tower, konsumsi air, serta pemakaian material lain dalam industri yang bisa dihemat melalui sumber daya alternatif.

“Isu kedua adalah pengelolaan sampah dan recycling. Ini (eco and smart industrial park) sangat bagus untuk pengelolaan sampah bagi industri. Ketiga adalah terkait pengurangan emisi karbon,” jelas Rudy.

Baca juga: Lakukan Ekspansi, GSS Gandeng Jababeka Infrastruktur

Terkait pengurangan emisi karbon, Rudy mengungkapkan bahwa pihaknya telah sepakat mengikuti program pemasangan solar power plant sesuai standar regulasi global, yaitu United Nations (UN) Carbon Credit.

Meski penerapannya tidak mudah, Jababeka tetap berkomitmen melaksanakannya.

“Kalau tidak (implementasi solar power plant), kita tak bisa bersaing dengan negara lainnya,” tutur Rudy.

Fokus pada Energi Terbarukan dan Berkelanjutan

Isu berikutnya adalah penerapan renewable and sustainable energy. Salah satu langkah penting adalah pemasangan solar power plant, yang menjadi syarat bagi perusahaan multinasional untuk mendapatkan Renewable Energy Certificate (REC).

Baca juga: Jababeka Eco Park Dihadirkan untuk Tingkatkan Kualitas Hunian

Selain fokus pada energi hijau, Jababeka juga memanfaatkan teknologi digital melalui Internet of Things (IoT) dalam operasionalnya.

Penggunaan IoT diterapkan untuk pengukuran dan pengendalian, seperti memantau tingkat atau kadar air di area perumahan dan industri.

Untuk mendukung penggunaan IoT, Jababeka telah menandatangani MoU dengan Telkomsel guna menerapkan koneksi 5G di area properti mereka.

“Saya pikir kita adalah industri properti pertama yang menerapkan koneksi 5G di area aset properti kita dengan Telkomsel,” tambah Rudy.

Real-Time Monitoring untuk Efisiensi

Rudy juga menekankan pentingnya real-time monitoring dan efisiensi dalam operasional. Menurutnya, tanpa data real-time, pengelolaan solar power plant bisa menjadi kacau.

Dengan berbagai penerapan teknologi hijau tersebut, Rudy mengeklaim bahwa Jababeka telah menjadi perusahaan properti pertama dengan net zero industrial cluster di Asia Tenggara.

Program dan Fasilitas Berkelanjutan Jababeka

Jababeka terus bertransformasi menuju sistem eco and smart industrial park.

Beberapa program dan fasilitas yang telah dibangun antara lain solar panel, daur ulang sampah industri dengan sistem Food Chain Reactor, dan pemrosesan sampah organik melalui Black Soldier Fly (BSF) maggots.

Berikutnya, community training dan fabrication lab, mangrove planting conservation, command center real time monitoring, automatic water billing system, serta fiber optic dan 5G connection. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

7 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

7 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

9 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

9 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

10 hours ago