News Update

Jumlahnya Tergerus, Pemerintah Tegaskan Tidak Meninggalkan Kelas Menengah

Poin Penting

  • Jumlah kelas menengah turun 9,48 juta orang sejak 2019, diduga akibat dampak pandemi yang belum sepenuhnya pulih, terutama dari sisi daya beli.
  • Ekonom menyarankan peningkatan serapan tenaga kerja formal sebagai langkah strategis untuk mengangkat kembali kelas menengah.
  • Pemerintah tegaskan tetap mendukung kelas menengah melalui subsidi energi, program KUR, bantuan sosial, dan rencana pencairan BLT Rp30 triliun di akhir 2025.

Jakarta – Jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia terus menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2024 jumlahnya berada di angka 47,85 juta, turun 9,48 juta dari 2019 yang mencapai 57,33 juta.

Ekonom senior Sunarsip menilai, efek dari pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor tergerusnya kelas menengah di Indonesia. Hal ini tecermin dari laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang masih tergolong lambat.

“Yang menopang pertumbuhan ekonomi khususnya konsumsi rumah tangga, itu masih terbatas makan, minum, dan bahan bakar. Yang lain-lain, yang notabene banyak dikonsumsi kelas menengah, itu belum recover hari ini,” terang Sunarsip di Forum Diskusi Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian dengan tema “Kemajuan Ekonomi Menuju Asta Cita: Sudah Sejauh Apa?”, Senin, 20 Oktober 2025.

Baca juga: Purbaya Sudah Kantongi Rp7 Triliun dari Pengemplang Pajak Kelas Kakap

Bahkan, Sunarsip melihat, banyak masyarakat yang mengalami penurunan kelas ekonomi, terutama di wilayah perkotaan. Hal ini menjadi indikator bahwa daya beli belum sepenuhnya pulih.

“Jadi, ini mengonfirmasi kalau kita memang masih belum pulih dari sisi daya beli, khususnya dari kelas menengah,” imbuhnya.

Pemerintah dianggap perlu memberi perhatian lebih untuk kembali mengangkat kelas menengah. Sunarsip berpendapat, salah satu caranya bisa dengan menyerap lebih banyak tenaga kerja formal.

Respons Kemenko Perekonomian

Di sisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Kementerian Koordinator Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan pemerintah tidak pernah “meninggalkan” kelas menengah.

Ferry beranggapan, pemerintah sudah meluncurkan stimulus untuk menopang golongan tersebut. Ferry mencontohkan, ada subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang jumlahnya tidak sedikit guna meringankan beban masyarakat menengah.

“BBM itu ada komponen subsidinya, dan nilainya itu nggak kecil. Subsidi dan kompensasi energi itu hampir Rp400 triliun. Itu siapa sih yang menikmati? Sebagian juga dari kelas menengah,” kata Ferry.

Baca juga: Pemerintah Kucurkan Stimulus Tambahan Rp30 Triliun untuk BLT dan Program Magang

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi salah satu wujud bantuan pemerintah terhadap golongan menengah. Ferry berujar, penerima KUR tiap tahunnya mencapai 4 juta debitur, yang mencakup pekerja formal.

Bantuan lain berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan Sosial (Bansos), atau subsidi lainnya, akan terus pemerintah keluarkan. Dan di kuartal-IV 2025, pemerintah akan mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Ada alokasi (BLT) sekitar Rp30 triliun itu di desil 4. Ada 35 sekian juta keluarga penerima atau ekuivalen dengan 140 juta penduduk. Itu kita harap bisa memboost daya beli,” tegasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

12 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

13 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

13 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

19 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

20 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

20 hours ago