News Update

Jumlah Pengguna Internet Melonjak 10,56 Juta di 2017

JakartaAsosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatatkan jumlah pengguna internet hingga akhir tahun 2017 telah mencapai 143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut menunjukan kenaikan sebesar 10,56 juta jiwa dari hasil survey pada tahun 2016. Angka tersebut diumukan APJII setelah melakukan survey penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Aptika Samuel A Pangerapan yang mewakili Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengatakan, data hasil survey tersebut sangatlah bermanfaat untuk gambaran Kominfo dalam mengejar target pemerataan jaringan internet.

“Meningkatnya angka pengguna internet tentu kami akan mempercepat pembangunan broadband dan ini akan terus dilakukan” tutur Samuel melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa 20 Februari 2018.

Samuel memperkirakan jumlah pengguna internet akan semakin meningkat. Mengingat kata Samuel, ketersediaan internet di Indonesia akan merata karena pembangunan Palapa Ring yang segera rampung.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal APJII Henri Kasyfi Soemartono mengatakan, kenaikan yang terjadi akibat pembangunan infrastruktur yang semakin mempermudah masyarakat mengakses layanan internet.

Baca juga: 70,4% Pengguna Internet Gunakan Perbankan Online

Henri berharap, dengan adanya data hasil survey jumlah pengguna internet dari APJII, dapat digunakan untuk gambaran para pihak yang membutuhkan. Adapun komposisi pengguna internet berdasarkan jenis kelamin, terdiri dari perempuan sebanyak 48,57 persen, dan lelaki sebanyak 51,43 persen.

“Untuk komposisi berdasarkan usia, angka terbesar ditunjukan oleh masyarakat berumur 19 – 34, yakni sebesar 49,52 persen. Namun untuk penetrasi terbesar berada pada umur 13-18, yakni sebesar 75,50 persen,” tambah Henri.

Sedangkan angka penetrasi pengguna internet kedua terbesar berdasarkan tingkat ekonomi, yakni berturut-turut berada pada masyarakat menengah bagian bawah sebesar 74,62 persen, dan masyarakat mengengah bagian atas sebesar 16,02 persen.

“Hal tersebut menunjukan saat ini, manfaat dari internet tidak hanya dapat diakses oleh kalangan atas saja,” tambah Henri.

Henri yang mewakili pihak APJII juga mengatakan, bagi publik yang membutuhkan data lengkap hasil survey penetrasi pengguna dan perilaku internet 2017 dapat diunduh di website resmi APJII.or.id. (*)

Suheriadi

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

4 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

4 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

4 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

5 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

5 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

5 hours ago