Nanang menambahkan, sebagai instrumen pasar uang, sertifikat deposito dinilai memiliki berbagai manfaat positif bagi perekonomian nasional yakni mendorong pendalaman pasar uang melalui peningkatan variasi instrumen pengelolaan likuiditas perbankan, memperkaya kurva imbal hasil (term structure) yang mendukung transmisi kebijakan moneter.
Juga dalam memperbaiki profil pendanaan perbankan yang didukung tenor Sertifikat Deposito yang lebih panjang (di atas satu bulan), serta mendorong efisiensi biaya dibandingkan pendanaan secara konvensional (giro, tabungan, dan deposito).
“Sebagai instrumen pasar uang, Sertifikat Deposito memiliki sejumlah manfaat yang berdampak positif bagi perekonomian nasional, dan kita akan terus tingkatkan penerbitan sertifikat deposito pada tahun ini,” tutup Nanang. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More