PEMBUKAAN PERDAGANGAN SAHAM : Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio (kedua kiri) bersama Direktur Alpino Kianjaya (kiri), Direktur Samsul Hidayat (kanan) dan Managing Director/Group Publisher & Editor in Chief of Business Media International Dato' William Ng saat pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Senin (28/8). MOHAMAD QORI/RM
Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimis sebanyak 36 perusahaan akan menjadi emiten hingga akhir tahun ini. Seperti diketahui posisi saat ini sudah ada 33 perusahaan yang resmi melantai di pasar modal lewat mekanisme initial public offering (IPO).
“Untuk saat ini sudah 33, nanti bakal 36 sampai akhir tahun. Kalau profit angkanya di cek dulu,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu, 13 Desember 2017.
Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu yang kurang lebih ada 16 perusahaan melakukan IPO.
Secara nilai, ujar Samsul, memang jumlah perusahaan yang IPO di tahun ini lebih kecil bila dibanding tahun lalu. Meski begitu, bursa masih menunggu tiga emiten lagi yang nilainya cukup baik.
“Iya (secara nilai), kita masih nunggu tiga lagi, rasanya itu compare sama mereka. Nanti comparenya setelah semua lengkap dong. Tahun lalu ada sebesar Rp12 triliun yang dari IPO 16 perusahaan, satunya melakukan relisting,” jelas Samsul.
Kebanyakan perusahaan tersebut, menurut Samsul, merupakan perusahaan pembiayaan atau bisnis yang akan dijalankan hanya lewat modal atau utang saja. Saat ini, perusahaan dinilainya sudah peka mendapatkan dana segar dari proses IPO.
“Mereka mulai memahami bahwa menggunakan dana ini mungkin bisa lebih efisien, dari sisi barang cost of financing mereka. Jadi ini yg kami cukup gembira bukan persoalan angkanya hari ini, tapi adalah bahwa perusahaan sudah mulai paham bagaimana mencari pola financing yg paling ideal bagi perusahaan mereka,” pungkas dia. (*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More