Kantor PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE). (Tangkapan layar Linkedin: Julian)
Poin Penting
Jakarta – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE), emiten penyedia solusi percetakan sekuriti mulai dari identitas, pembayaran, perlindungan merek, hingga percetakan komersial, menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit pada 2026.
Target tersebut dinilai realistis seiring kinerja perseroan hingga kuartal III 2025. Pada periode tersebut, laba bersih JTPE tumbuh 29 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp167,92 miliar, didukung kenaikan penjualan sebesar12 persen yoy menjadi Rp1,26 triliun.
Baca juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Raih Penjualan Rp666,50 Miliar di Paruh Pertama 2025
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei menyampaikan, perseroan akan mengakselerasi ekspansi pasar ekspor dan domestik, untuk mencapai target penjualan tahun ini, termasuk melalui kemitraan strategis di kawasan Asia.
Selain itu, JTPE juga memperluas kapasitas produksi produk high security document guna meningkatkan kemampuan produksi paspor dan komponen paspor.
“Kontributor terbesar penjualan tahun ini diproyeksikan masih akan berasal dari lini bisnis sekuriti, mengingat terus meningkatnya kebutuhan masyarakat akan produk dengan pengamanan yang tinggi,” ujar Allan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.
Di sisi lain, perseroan terus mengembangkan segmen brand protection yang merupakan bagian dari lini bisnis sekuriti, seiring proyeksi peningkatan permintaan produk perlindungan merek.
Baca juga: Emiten JTPE Catat Penjualan Rp1,26 Triliun di Q3 2025, Ini Penopangnya
Adapun, produk-produk brand protection yang dikembangkan meliputi solusi secure labels seperti RFID dan stiker label otomotif, solusi tamper evident berupa segel, pita pengaman, dan shrink wrap untuk makanan dan farmasi), solusi hologram, hingga solusi anti-counterfeit seperti kode QR dan NFC untuk autentikasi.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan proteksi konsumen, JTPE juga menambah kapasitas produksi security packaging dan label. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan dari sisi kapasitas sekaligus penjualan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More