News Update

J&T Express Kirim 30 Miliar Paket di 2025, RI Dorong Pertumbuhan 60 Persen

Poin Penting

  • J&T Express mencatat rekor pengiriman 30,13 miliar paket sepanjang 2025, tumbuh 22,2 persen YoY, dengan rata-rata pengiriman harian 82,5 juta paket.
  • Asia Tenggara menjadi motor pertumbuhan, dengan volume 7,66 miliar paket (+67,8% YoY), sementara Indonesia menyumbang kenaikan lebih dari 60 persen sepanjang tahun.
  • Investasi infrastruktur dan otomatisasi diperkuat, ditandai dengan ekspansi cloud warehouse, mesin sortir otomatis, dan penggunaan kendaraan tanpa awak untuk meningkatkan efisiensi operasional global.

Jakarta – J&T Express, perusahaan logistik berskala global, mengumumkan kinerja operasional sepanjang 2025 dengan capaian pengiriman tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Indonesia sebagai salah satu pasar utama berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan di Asia Tenggara.

Pada kuartal IV 2025, J&T Express mencatat volume pengiriman global sebesar 8,46 miliar paket, tumbuh 14,5 persen secara tahunan (YoY). Rata-rata pengiriman harian mencapai 92 juta paket.

Sementara itu, sepanjang 2025, total volume pengiriman J&T Express mencapai 30,13 miliar paket, menembus angka 30 miliar paket untuk pertama kalinya. Capaian ini meningkat 22,2 persen YoY, dengan rata-rata pengiriman harian 82,5 juta paket atau naik 22,6 persen.

“Selama periode tersebut, J&T Express mencatat pertumbuhan yang stabil, terutama didorong oleh kinerja bisnis di pasar Asia Tenggara, new markets, dan kontribusi dari pasar Tiongkok,” ujar Group Vice President J&T Express, Charles Junyi Hou, dikutip Kamis, 29 Januari 2026.

Baca juga: Cara J&T Express Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas

Pada kuartal IV 2025, volume pengiriman J&T Express di Asia Tenggara mencapai 2,44 miliar paket, melonjak 73,6 persen YoY. Sepanjang tahun, volume pengiriman di kawasan ini tercatat 7,66 miliar paket atau tumbuh 67,8 persen YoY.

New Markets dan Tiongkok Tetap Solid

Di New Markets yang mencakup Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Meksiko, Brasil, dan Mesir, J&T Express mencatat volume pengiriman 130 juta paket pada kuartal IV 2025, tumbuh 79,7 persen YoY. Secara tahunan, volume pengiriman di kawasan ini mencapai 400 juta paket atau naik 43,6 persen YoY.

Sementara itu, di Tiongkok, volume pengiriman pada kuartal IV 2025 tercatat 5,89 miliar paket. Untuk tahun penuh, volume pengiriman mencapai 22,07 miliar paket, meningkat 11,4 persen YoY.

Baca juga: Lewat Program Ini, J&T Express Dorong UMKM Naik Kelas

Investasi Infrastruktur dan Otomatisasi

Charles menyampaikan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025 tidak terlepas dari investasi agresif pada infrastruktur dan alokasi sumber daya untuk mengoptimalkan jaringan mitra, outlet, serta pusat sortir.

“Di Tiongkok, J&T Express dengan cepat mendorong inisiatif otomatisasi outlet dan ekspansi cloud warehouse, serta secara aktif mendukung investasi peralatan otomatis di outlet dan penerapan kendaraan tanpa awak,” jelas Charles.

Baca juga: RI dan Brasil Sepakat Kembangkan PLTA, Dukung Transisi Hijau

Upaya tersebut, bebernya, mendorong peningkatan 26 persen jumlah peralatan otomatis di outlet pada akhir 2025 dibandingkan Juni, serta penerapan 1.000 unit kendaraan tanpa awak untuk meningkatkan efisiensi pengiriman last-mile.

Perluasan Cloud Warehouse dan Outlet Global

Hingga akhir 2025, J&T Express telah membangun 173 cloud warehouse untuk menyediakan layanan bernilai tambah, meningkatkan retensi pelanggan, serta memperkuat pengalaman pengguna.

Perusahaan juga memelopori penggunaan peralatan sortir otomatis kelas industri pertama di Asia Tenggara, dimulai dari Thailand dan diperluas ke Vietnam, Indonesia, Malaysia, serta Filipina. Secara global, J&T Express mengoperasikan 19.300 outlet dan 246 pusat sortir, dengan total 413 mesin sortir otomatis.

“Pencapaian pengiriman lebih dari 30 miliar paket secara global pada 2025 akan menjadi titik awal baru bagi kami. Ke depan, kami akan terus memperkuat jaringan global, mendorong pertumbuhan melalui inovasi, serta secara konsisten memenuhi kebutuhan pasar,” tandas Charles. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Recent Posts

Dirut BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri Imbas IHSG Ambruk Dua Hari Beruntun

Poin Penting Dirut BEI Iman Rachman mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas IHSG yang mengalami… Read More

3 mins ago

IHSG Rebound! Dibuka Naik 1 Persen Lebih ke Posisi 8.326

Poin Penting IHSG rebound kuat pada pembukaan perdagangan 30 Januari 2026, menguat 1,13 persen ke… Read More

22 mins ago

Laba OCBC Tumbuh 4 Persen Jadi Rp5,1 Triliun di 2025

Poin Penting OCBC membukukan laba bersih Rp5,1 triliun pada 2025, tumbuh 4 persen yoy, ditopang… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Rawan Terkoresi di Tengah Sentimen MSCI, Ini 4 Saham yang Berpotensi Tetap Cuan

Poin Penting Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi ke area 7.889–8.104, dengan peluang… Read More

3 hours ago

IHSG Anjlok Hampir 15 Persen, Ini Pesan BEI untuk Investor

Poin Penting IHSG anjlok hampir 15% dalam dua hari, dipicu sentimen negatif dari penilaian MSCI… Read More

3 hours ago

HSBC Resmikan Wealth Center di Surabaya, Begini Targetnya

Poin Penting HSBC membuka Wealth Center pertama di Surabaya, menjadi yang kelima di Indonesia dan… Read More

10 hours ago