Jakarta – Permodalan seharusnya sudah bukan menjadi permasalahan utama dalam industri perbankan. Hal tersebut diungkapkan oleh Mantan Menteri dan Bankir Senior, Ignasius Jonan.
Menurutnya, sektor perbankan saat ini harus lebih fokus pada isu-isu terkini, seperti perkembangan teknologi dan adaptasi dengan era volatility (volatilitas), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas) atau VUCA. Tujuannya agar sektor perbankan dan keuangan di Indonesia tidak ketinggalan zaman.
“Menurut saya kalau perbankan masih berdebat dengan permodalan, makin lama akan makin ketinggalan. Trennya mustinya bukan itu, mustinya bagaimana mengantisipasi generasi baru, teknologi, dan sebagainya,” ujar Jonan pada webinar yang diselenggarakan Infobank dengan tema “Konsolidasi dan Peran Pemilik Perbankan Dalam Menghadapi Era VUCA”, Kamis 4 Maret 2021.
Selain itu, Jonan juga menyinggung soal permasalahan kepemilikan bank yang sedang dialami oleh Bukopin dan Bosowa Corporindo. Menurutnya, pemilik perbankan dunia yang masih teridentifikasi jumlahnya sangat sedikit. Maksimal para pemegang saham pengendali hanya memiliki 5-10% dari saham.
“Industri finansial bukanlah anak industri perserorangan, melainkan adalah anak industri dari komunitas atau publik itu sendiri,” ucapnya. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More