Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan kritikan maupun masukkannya terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Masukan tersebut disampaikan Jonan pada seminar nasional BPJS Ketenagakerjaan “Membentuk Solusi Kolaborasi Inovasi Dalam Sektor Publik”.
“BPJS ketenagakerjaan itu perlu leadership. Kalau leadershipnya tidak jalan, tidak kompak sampai kebawah. Organisasi ini sangat kompak dengan single services. Omongan dengan layanannya harus sejalan,” ungkap Jonan di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis 23 November 2017.
Jonan juga mengimbau kepada seluruh direksi BPJS untuk melakukan transformasi dengan melakukan promosi secara masif serta memperkenalkan layanan dan benefit dari program BPJS Ketenagakerjaan itu.
“Orang ikut program bapak itu manfaatnya apa? Direksi harus lakukan switch pikirannya fokus dilayanan. Dulu Jamsostek semua orang kenal Jamsostek, sebab kalau layanan tidak dipikirkan ya susah,” tutup Jonan.
Lebih jauh Jonan menegaskan bahwa dalam menyasar peserta, BPJS Ketenagakerjaan harus mengutamakan pelayanan tidak hanya terbatas pada tenaga kerja penerima upah saja namun juga harus menyasar kepada tenaga kerja yang bukan penerima upah.(*)
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More