Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan kritikan maupun masukkannya terhadap Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Masukan tersebut disampaikan Jonan pada seminar nasional BPJS Ketenagakerjaan “Membentuk Solusi Kolaborasi Inovasi Dalam Sektor Publik”.
“BPJS ketenagakerjaan itu perlu leadership. Kalau leadershipnya tidak jalan, tidak kompak sampai kebawah. Organisasi ini sangat kompak dengan single services. Omongan dengan layanannya harus sejalan,” ungkap Jonan di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis 23 November 2017.
Jonan juga mengimbau kepada seluruh direksi BPJS untuk melakukan transformasi dengan melakukan promosi secara masif serta memperkenalkan layanan dan benefit dari program BPJS Ketenagakerjaan itu.
“Orang ikut program bapak itu manfaatnya apa? Direksi harus lakukan switch pikirannya fokus dilayanan. Dulu Jamsostek semua orang kenal Jamsostek, sebab kalau layanan tidak dipikirkan ya susah,” tutup Jonan.
Lebih jauh Jonan menegaskan bahwa dalam menyasar peserta, BPJS Ketenagakerjaan harus mengutamakan pelayanan tidak hanya terbatas pada tenaga kerja penerima upah saja namun juga harus menyasar kepada tenaga kerja yang bukan penerima upah.(*)
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More