Moneter dan Fiskal

Jokowi Yakin Dana WNI di Luar Lebih Dari Rp11.000 Triliun

Jakarta–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, saat ini semua negara tengah berupaya untuk meningkatkan arus investasi yang masuk ke dalam negaranya, tak terkecuali di Indonesia. Oleh sebab itu, pemerintah terus mengeluarkan kebijakan guna menarik dana-dana dari luar negeri, terutama yang dimiliki oleh WNI.

Jokowi mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah terkait dengan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty). Menurutnya, Program Tax Amnesty ini berpotensi mengembalikan dana-dana masyarakat Indonesia yang disimpan di luar negeri (dana repatriasi).

Sedangkan berdasarkan laporan pemerintah, ada sekitar Rp11 ribu triliun uang milik orang Indonesia yang disimpan di luar negeri. Namun, Jokowi menegaskan, bahwa ada lebih dari Rp11.000 triliun uang atau aset orang Indonesia yang ditaruh di negara lain. Dia berharap, lewat Program Tax Amnesty ini dana tersebut bisa kembali ke Indonesia.

“Ada Rp11.000 triliun yang tersimpan di luar, tapi menurut kantong saya beda lagi, saya kira lebih banyak. Sumbernya berbeda-beda. Yang paling penting bagaimana uang-uang itu bisa dibawa kembali ke negara kita, karena kita butuh partisipasi dari rakyat Indonesia,” ujar Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016.

Dia mengingatkan, agar para pengusaha di Indonesia tidak ragu untuk ikut Program Pengampunan Pajak amnesty ini. Menurutnya, tax amnesty ini sudah memiliki payung hukum dan sudah menjadi Undang-Undang (UU). Sehingga, bagi para peserta tax amnesty akan sangat aman untuk menaruh uangnya di Indonesia.

“Semua negara sama, kita juga membuat kebijakan-kebijakan paket ekonomi 1-12, tapi yang pling penting dua hal, arus uang masuk dan investasi masuk. Padahal uang kita banyak disimpan di luar negeri. Inilah mengapa tax amnesty ini kita berikan. Ini agar yang memiliki uang itu ada payung hukumnya,” ucap Jokowi. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

49 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago