Jakarta – Guna mendorong penerimaan pajak negara, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pengampunan pajak (Tax Amnesty). Kebijakan ini diharapkan juga akan meningkatkan penerimaan negara dalam APBN.
“Kebijakan strategis dalam RAPBN 2017 adalah penerimaan negara yang lebih memberi kepastian dan memberikan momentum ruang gerak perekonomian,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2016.
Jokowi mengatakan, untuk meningkatkan penerimaan perpajakan di 2016 ini, peningkatan dilakukan melalui berbagai terobosan kebijakan seperti mulai diterapkannya kebijakan amnesti pajak pada awal Juli 2016 sampai akhir Maret 2016 yang sudah tebentuk dalam Undang-Undang.
“Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi bagi perluasan basis pajak dan sekaligus meningkatkan kepatuhan pembayar pajak di masa mendatang,” ujar Jokowi, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2016.
Selanjutnya, kata dia, Pemerintah juga akan melaksanakan program penegakan hukum di bidang perpajakan. Kebijakan perpajakan ini diarahkan untuk mendorong daya beli masyarakat, meningkatkan iklim investasi dan daya saing industri nasional melalui pemberian insentif fiskal untuk kegiatan ekonomi strategis, serta pengendalian konsumsi barang tertentu yang memiliki eksternalitas negatif.
“Di samping itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak ditujukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan,” tukasnya. (*)
Editor : Apriyani K
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More