Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun melalui Konsorsium PP-WIKA (WIKA KSO) pada Jumat (11/10/2024)
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun melalui Konsorsium PP-WIKA (WIKA KSO), beberapa waktu lalu. Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, saya resmikan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara” ujar Jokowi, dikutip Selasa, 15 Oktober 2024.
Baca juga : WIKA Kantongi Kontrak Anyar Rp13,5 Triliun, Ini Deretan Proyeknya
Prosesi peresmian Istana Negara IKN ditandai juga dengan penyerahan sertifikat Istana Negara dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno.
Istana Negara terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, menempati lahan kompleks Istana Kepresidenan dengan luas tapak mencapai 334.200 meter persegi dan dirancang sebagai kompleks kepresidenan yang megah.
Baca juga : WIKA Garap Proyek Rumah Sakit ‘Pintar’ Kemenkes, Segini Nilai Kontraknya
Bangunan ini akan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, kediaman resmi Presiden, serta tempat acara kenegaraan presiden di IKN.
Dalam pembangunannya, WIKA menerapkan teknologi Building Information Modelling (BIM) untuk mengoptimalkan perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan proyek. Lingkup pekerjaan WIKA sendiri meliputi konstruksi bangunan, perancangan arsitektur, dan pembangunan lapangan upacara.
“WIKA dengan bangga berhasil menyelesaikan pembangunan Istana Negara IKN dengan kualitas terbaik dan tepat waktu di mana proyek ini adalah wujud kapabilitas anak bangsa dalam mewujudkan proyek infrastruktur vital berskala besar” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,1 triliun ke perbankan hingga minggu… Read More
Poin Penting Bank Negara Indonesia (BNI) memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis… Read More
Poin Penting Bank Raya memastikan layanan digital tetap optimal selama libur Hari Raya Nyepi 2026… Read More