Pembangkit tenaga listrik; Subsidi dicabut, inflasi mengancam. (Foto: Istimewa).
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sejumlah pembangunan proyek strategis nasional bisa dipercepat. Ia mengatakan, kebutuhan listrik di Jawa dan Bali, misalnya, saat ini masih kurang lebih 21 ribu megawatt. Untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar ini, harus segera dipercepat pelaksanaan pembangunannya. Karena kalau tidak, nanti 2019 akan ada kekurangan listrik di Jawa dan Bali.
“Artinya, akan ada pemadaman di provinsi-provinsi yang ada di Jawa dan Bali. Oleh sebab itu, kenapa saya selalu menyampaikan, saya ngotot 35.000 megawatt (MW) di seluruh Indonesia ini harus dipercepat, harus segera dikerjakan,” kata Jokowi.
Jokowi mengungkapkan, ada beberapa kendala pembangunan listrik, utamanya berkaitan dengan perizinan dan pembebasan lahan. Namun saat ini, Pemerintah Provinsi, dengan Pemerintah Kabupaten, terus bekerja sama mengatasi krisis listrik, sehingga kekurangan bisa dicukupi.
Jokowi juga meminta agar seluruh Menteri dan Dirut PLN untuk sering turun ke lapangan. Hal itu agar langsung mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada sehingga dapat cepat diselesaikan. Ia beharap, target 35 ribu megawatt bisa segera dipenuhi.(*)
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More