Pembangkit tenaga listrik; Subsidi dicabut, inflasi mengancam. (Foto: Istimewa).
Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sejumlah pembangunan proyek strategis nasional bisa dipercepat. Ia mengatakan, kebutuhan listrik di Jawa dan Bali, misalnya, saat ini masih kurang lebih 21 ribu megawatt. Untuk memenuhi kebutuhan yang sangat besar ini, harus segera dipercepat pelaksanaan pembangunannya. Karena kalau tidak, nanti 2019 akan ada kekurangan listrik di Jawa dan Bali.
“Artinya, akan ada pemadaman di provinsi-provinsi yang ada di Jawa dan Bali. Oleh sebab itu, kenapa saya selalu menyampaikan, saya ngotot 35.000 megawatt (MW) di seluruh Indonesia ini harus dipercepat, harus segera dikerjakan,” kata Jokowi.
Jokowi mengungkapkan, ada beberapa kendala pembangunan listrik, utamanya berkaitan dengan perizinan dan pembebasan lahan. Namun saat ini, Pemerintah Provinsi, dengan Pemerintah Kabupaten, terus bekerja sama mengatasi krisis listrik, sehingga kekurangan bisa dicukupi.
Jokowi juga meminta agar seluruh Menteri dan Dirut PLN untuk sering turun ke lapangan. Hal itu agar langsung mengetahui permasalahan-permasalahan yang ada sehingga dapat cepat diselesaikan. Ia beharap, target 35 ribu megawatt bisa segera dipenuhi.(*)
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More