Jakarta – Kabinet Kerja diminta untuk fokus pada upaya melanjutkan dan memperkuat pelaksanaan program-program prioritas. Hal itu ditegaskan Jokowi dalam pembahasan Nota Keuangan dan Postur Anggaran tahun 2017 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016.
“Jangan lepas dari program-program prioritas yang telah kita rencanakan dan kita buat selama ini, seperti percepatan pembangun infrastruktur dan konektivitas layanan di bidang kesehatan, di bidang pendidikan serta upaya penanggulangan kemiskinan melalui peningkatan efektivitas dan kualitas program perlindungan sosial yang telah kita buat,” kata Presiden.
Untuk itu, Presiden meminta agar K/L mengutamakan pada belanja-belanja prioritas pembangunan yang betul-betul prioritas sesuai dengan prinsip money follow program. Ia menambahkan, bahwa pemerintah memang harus melakukan efisiensi pada program-program nonprioritas nasional, karena efisiensi disiagakan untuk belanja-belanja operasional dan belanja barang. Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan agar pimpinan kementerian/lembaga dapat disiplin melaksanakan penghematan belanja.
“Saya sudah peringatkan ini berkali-kali coba dilihat satu persatu dilihat secara detail sampai satuan tiga, hal-hal yang tidak masuk akal dan kira-kira angkanya terlalu tinggi coret, ganti yang masuk logika,” pinta Presiden.
Presiden juga menyinggung terkait DAK (Dana Alokasi Khusus) seraya meminta agar DAK harus detail harus bisa dipertanggungjawabkan.(*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More