Moneter dan Fiskal

Jokowi: Manfaatkan Tax Amnesty Yang Belum Tentu Terulang Lagi

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan sosialisasi Tax Amnesty (pengampunan pajak) di depan ribuan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin, 1 Agustus 2016.

Dalam paparannya, Jokowi meyakinkan para pengusaha agar dapat memanfaatkan program tax amnesty yang hanya berlaku sampai 31 Maret 2017. Menurutnya, program tax amnesty ini belum tentu terulang lagi di kemudian hari, sehingga dia mengingatkan agar para pengusaha bisa memanfaatkan momentum ini.

“Program tax amnesty ini belum tentu terulang lagi. Kita hidup di Indonesia, kita makan di Indonesia, kita cari rejeki di Indonesia. Kalau diinvestasikan di Indonesia saya yakin peluangnya lebih besar di banding diluar, di Indonesia itu lebih besar returnnya,” ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan, bahwa program tax amnesty ini bukanlah aksi politik. Dia menekankan, program tax amnesty merupakan program yang benar-benar untuk mendorong perpajakan di Indonesia, yang nantinya dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur.

“Jangan ada politisasi disini. Kita ini disini urusan pajak. Bahwa amnesty ini untuk perekonomian kita juga, untuk pembangunan infrastruktur, seperti pelabuhan, jalan tol, rel kereta api, airport dan sebagainya,” tukas Jokowi.

Dirinya berharap, agar dana repatriasi dari program tax amnesty ini bisa masuk ke investasi langsung. Namun Jokowi juga tak melarang bagi para peserta tax amnesty yang ingin menaruh uangnya di investasi portofolio jangka pendek seperti Surat Berharga Negara (SBN), Surat Utang Negara (SUN), Obligasi BUMN, Sukuk, Saham BUMN dsb.

“Kalau ke bank bisa masuk ke deposito, giro, di industri keuangan nonbank juga bisa, dana pensiun juga bisa dimasuki. Kita mempermudah ini. Tapi lebih baik ke investasi langsung karena kita lagi gencar-gencarnya untuk pembangunan infrastruktur,” tutupnya. (*)

 

Editor : Apriyani K

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

6 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

7 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

11 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

20 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

20 hours ago