Investor Sambut Positif Deklarasi Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019
Seoul – Presiden Joko Widodo mencatat, investasi dari perusahaan-perusahaan Korea Selatan (Korsel) di Indonesia menjadi yang ketiga terbesar bila dibandingkan dengan investasi dari negara-negara lain. Hal ini sejalan dengan sudah lamanya perusahaan asal Kosel beroperasi di Indonesia.
“(Korea Selatan) number three top international investor in Indonesia,” ujar Jokowi saat memberi sambutan Indonesia Korea Bussines Investment Forum 2018, di Seoul, Korea Selatan, seperti dikutip di laman Setkab, Senin, 10 September 2018.
Lebih lanjut Presiden Jokowi mengungkapkan, bahwa sudah lamanya perusahaan asal Kosel beroperasi di Indonesia, membuat investasi Korsen di Tanah Air terus berkembang. Menurutnya, investasi Korsel di Indonesia ada di berbagai industri dasar seperti baja dan besi, petrokimia, dan alumunium.
Sebelumnya Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Rosan Roslani mengatakan, pihaknya membawa rombongan besar yaitu sekitar 104 pengusaha untuk menghadiri forum bisnis tersebut. “Masih banyak potensi-potensi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Korea yang belum digali,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KADIN Korsel Yongman Park pun juga menyatakan, bahwa masih banyak peluang untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk itu, diperlukan kerja sama antar pengusaha kedua negara. Hal ini sejalan dengan peringkat Investasi (Investment grade) Indonesia yang masih positif.
Dalam Indonesia Korea Bussines Investment Forum 2018 ini, Presiden Jokowi juga didampingi oleh Menko Polhukam Wiranto, Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Kepala BKPM Thomas Lembong, Bekraf Triawan Munaf, Dubes untuk Korsel Umar Hadi, dan Ketua KADIN Rosan Roslani. (*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More