Nasional

Jokowi Izinkan Pembangunan 34 Pembangkit Listrik Yang Mangkrak

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengizinkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang sempat mangkrak untuk diteruskan, dengan catatan sisi proses hukumnya harus sudah beres, dan dibangun sesuai dengan keinginan pemerintah.

“Yang berkaitan dengan 34 pembangkit listrik kita yang mangkrak, saya titip ini diteruskan silakan diteruskan, tetapi dengan catatan-catatan sisi hukumnya harus sudah beres. Yang kedua dibangun betul sesuai dengan kualitas yang kita inginkan,” ujar Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, di Jakarta, Senin, 20 Maret 2017.

Namun demikian, dirinya tidak mau jika pembangkit listrik tersebut sudah jadi, kapasitasnya hanya sebesar 30%-40% saja. “Jadi jangan main-main dengan hal-hal yang berkaitan dengan teknis, detil. Pasti saya akan lihat karena menyangkut uang yang triliunan,” ucap Jokowi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, anggaran yang dikeluarkan untuk pembangunan 34 pembangkit listrik mangkrak yang tersebar di seluruh Indonesia itu sangatlah besar. Oleh sebab itu, dirinya mempersilakan agar pembangunan pembangkit listrik yang mangkrak tersebut dapat diteruskan.

“Dikerjakan dengan benar sehingga kapasitasnya nanti bisa maksimal. Jangan sampai diteruskan hanya untuk menutupi masalah yang ada. Gak mau saya. Misalnya, hanya dicat baru. Ada yang dibelikan turbin, turbinnya turbin lama. Jangan dipikir saya gak tahu. Saya sudah ngerti. Saya biasa bekerja detil,” katanya.

Meski Jokowi mengizinkan untuk melanjutkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang mangkrak karena dana yang habis, tetapi dirinya mewanti-wanti jangan sampai proyek pembangunan ini dimain-mainkan lagi. “Nanti kena 2 masalah hukum. Saya tegas mengenai hal-hal seperti ini,” tegasnya.

Oleh karenanya, Presiden berharap, kalau memang masalah hukum sudah selesai, bisa segera dilanjutkan, tetapi harus betul-betul bermanfaat. “Karena yang ini kita buat pabrik listrik. Buat pabrik listrik yang uangnya dari kita, dari PLN, jadi kalau di main-mainin awas,” tutup Jokowi. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

6 mins ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

58 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

2 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago