Jakarta – Pelaku usaha di Indonesia menghadapi tantangan ketatnya persaingan global. Demi mendorong daya saing koperasi, Presiden Joko Widodo meminta para pelaku koperasi dan UKM untuk meningkatkan daya saingnya.
Salah satu tantangan utama bagi gerakan koperasi adalah perkembangan teknologi yang begitu cepat.
Menurut Presiden, tantangan tersebut haruslah disambut oleh para pelaku usaha koperasi di Indonesia dan beradaptasi dengannya agar mampu memenangkan persaingan.
“Ini adalah tantangan bersama, utamanya di hari koperasi ini, inilah tantangan utama gerakan koperasi di era milenium. Oleh sebab itu, kita perlu beradaptasi dan mereformasi koperasi kita,” ucap Jokowi yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-69 Tahun 2016, di halaman Kantor Gubernur Jambi, Kamis 21 Juli 2016.
Adaptasi terhadap segala perkembangan teknologi yang begitu cepat, lanjut Presiden, mutlak diperlukan. Presiden menunjuk contoh, saat ini terjadi pergeseran mengenai bagaimana orang berjualan dan bertransaksi.“Orang jualan tidak lagi di mall, lalu mall akan jadi apa? Tidak ada yang bisa diperkirakan, karena semua online store di negara lain, tidak hanya di Indonesia, sudah bergerak begitu cepat. Itu akan menjadi malapetaka kalau kita tidak bisa beradaptasi dengan cepat,” tutur Presiden.(*)
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More