News Update

Jokowi Desak OJK CS Selesaikan Masalah Jiwasraya dan Asabri

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menerima laporan mengenai kasus yang menerpa dua perusahaan Asuransi BUMN yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Jokowi juga mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beserta kementerian terkait termasuk Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan untuk segera membenahi permasalahan tersebut. Pasalnya, kedua perusahaan asuransi pelat merah tersebut sedang mengalami permasalah keuangan akibat menempatkan portofolio investasi di saham-saham berkualitas rendah.

“Sudah, 100 persen sudah disampaikan (laporan) kepada saya. Yang paling penting OJK, Menteri BUMN, dan Menkeu nanti akan selesaikan masalah bisnis ekonominya,” tegas Jokowi di Jakarta, Senin 16 Januari 2020.

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, dirinya telah mengarahkan OJK dan Kementerian terkait untuk menyelesaikan masalah bisnis serta ekonomi yang menimpa kedua perusahaan asuransi pelat merah tersebut. Adapun untuk urusan hukum, Jokowi menyerahkan kepada pihak Kejaksaan Agung untuk menyelesaikan.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sendiri sebelumnya mengungkapkan adanya kerugian yang diakibatkan dari permainan jual beli saham ‘gorengan’ atau penginvestasian produk JS Saving Plan ke saham-saham berkualitas rendah.

Ketua BPK Agung Firman mengatakan, mantan direksi Jiwasraya juga ikut dalam permainan jual beli saham ‘gorengan’. BPK mengungkapkan, saham-saham ‘gorengan’ tersebut antara lain SMBR, BJBR dan PPPRO. Agung menuturkan, indikasi kerugian sementara atas permainan saham tersebut sekitar Rp4 triliun.

BPK juga mengindikasikan kerugian sementara terkait saham reksa dana diperkirakan sekitar Rp6,4 triliun. Jika diakumulasikan dengan kerugian pada saham gorengan, total indikasi kerugian Jiwasraya mencapai Rp10,4 triliun

Permasalahan Jiwasraya belum usai, pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md cukup mengejutkan dimana pihaknya telah menduga telah terjadi korupsi di Yayasan Asuransi ABRI (Asabri). Hal tersebut disampaikannya menyusul proses audit yang dilakukan BPK yang memperkirakan adanya potensi kerugian Rp10 triliun terhadap institusi yang menaungi TNI POLRI tersebut. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago