Pengumuman Capres-Cawapres Anti Klimaks, Ekonomi RI Cukup Pelik
Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku optimis dapat terus menjaga dan menekan angka inflasi nasional. Tak hanya itu, dirinya bahkan berharap angka inflasi nasional dapat mencapai 2 persen dan sejajar dengan negara maju lain.
Hal tersebut disampaikannya pada sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Dirinya juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) untuk selalu berkomitmen menjaga angka inflasi nasional.
“Saya kira kalau ini kita teruskan stabilitasnya, kita akan memiliki inflasi yang stabil yang kita harapkan semakin tahun semakin turun dan kita harapkan nanti di antara 1 dan 2 persen itu target kita,” kata Jokowi di Grand Sahid Hotel Jakarta, Kamis 26 Juli 2018.
Selain itu, dirinya juga berpesan kepada seluruh kepala daerah yang hadir dalam rapat kordinasi tersebut agar terus menjaga pasokan pangan serta mengendalikan harga bahan-bahan pokok yang dapat menggangu stabilitas inflasi. Dirinya menyebut, hingga saat ini seluruh kinerja berbagai pihak telah menjaga angka inflasi stabil di angka 3,5 persen.
Baca juga: BI Berkomitmen Tekan Inflasi Hingga Dikisaran 3%
“Selama 4 tahun ini kita betul-betul bisa menekan inflasi pada angka di bawah 4%. Pada 2015 di angka 3,35%, pada 2016 mencapai 3,02%, hingga pada 2017 mencapai 3,61%. Lompatan seperti ini harus terus kita lanjutkan,” jelas Jokowi.
Sebagai informasi, pada tahun 2018 ini BI menargetkan inflasi 3,5% plus minus 1% dan 2019 sebesar 3% plus minus 1%. Koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BI dalam pengendalian inflasi akan terus diperkuat. Hingga saat ini inflasi tetap terkendali didukung oleh ekspektasi yang terjaga dan pasokan yang stabil. Inflasi IHK pada Juni 2018 tercatat 0,59% (mtm). (*)
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More