Moneter dan Fiskal

Jokowi Akan Pimpin Rakornas Tim Pengendali Inflasi

Jakarta–Bank Indonesia (BI) bersama dengan pemerintah pusat dan daerah akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan, Rakornas TPID akan dilaksanakan pada Kamis, 4 Agustus 2016 di Hotel Sahid, Jakarta dengan tema “Memperkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah Guna Mempercepat Infrastuktur dan Tata Niaga Pangan”.

“Rakornas TPID ini diharap dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mengatasi masalah struktural infrastruktur pangan dan tata niaga pangan,” ujar Juda di Gedung BI, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016.

Dia menjelaskan, pelaksanaan Rakornas TPID tahun ini akan dihadiri oleh 15 Menteri, Kepala Polri, Gubernur BI, serta seluruh kepala daerah mulai dari gubernur hingga bupati dan walikota. Tercatat ada 34 Gubernur dan 455 Bupati/Walikota yang akan mewakili TPID di daerahnya masing-masing.

Selain itu, kata dia, dalam Rakornas tersebut, BI juga akan memberikan penghargaan bagi TPID provinsi dan kabupaten/kota yang dianggap mampu mengendalikan inflasi di daerahnya dengan baik. Bukan hanya inflasinya tetapi juga proses daerah tersebut dalam mengendalikan inflasi.

Menurutnya, BI sangat mengapresiasi sinergi yang sejauh ini dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah. Hal tersebut juga diwujudkan dengan terkendalinya inflasi sejak tahun 2015 yang tercatat sebesar 3,35% sedangkan inflasi tahunan sampai dengan Juli 2016 tercatat sebesar 3,21%.

“Ada satu daerah yang sudah mempunyai pasar lelang komoditas cabai. Ada yang mengoptimalkan pelelangan ikan untuk mengendalikan inflasi pangan. Ini merupakan inovasi. Ada juga yang memperkuat cold storage di beberapa daerah, termasuk pemanfatan tol laut,” ucapnya. (*)

 

 

Editor: Paulus Yoga

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

54 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

6 hours ago