News Update

Jokowi Ajak Perbankan Gotong Royong Pulihkan Ekonomi RI

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaku perbankan untuk bersama-sama menanggung beban bersama antara regulator dan Pemerintah guna menghadapi dan memitigasi pelemahan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Jokowi dihadapan seluruh jajaran Menteri Kabinet Maju serta Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kejaksaan Agung serta Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Rapat Terbatas mengenai Penetapan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Menurutnya, dalam menghadapi pandemi ini seluruh pihak harus bersama bergotong royong.

“Saya minta konsep berbagi beban, sharing the pain harus menjadi acuan bersama antara Pemerintah, BI, OJK, Perbankan dan Pelaku Usaha harus betul betul bersedia memikul beban bergotong royong,” kata Jokowi melalui live video conference di Jakarta, Rabu 3 Juni 2020.

Tak hanya itu, dirinya juga mengajak seluruh pihak untuk bersama menanggung risiko secara proporsional yang dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian agar pelaku usaha tetap berjalan dan sektor keuangan tetap stabil dan menggerakan roda ekonomi nasional.

Jokowi juga menekankan agar program Pemulihan Ekomi harus dilakukan secara hati-hati transparan dan mampu menjegah terjadinya moral hazard. Oleh karena itu Pemerintah telah meminta Kejaksaan Agung untuk berkerjasama melakukan pendampingan program PEN tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah tengah menyusun desain program pemulihan ekonomi nasional melalui modalitas yang diatur dalam PP 23/2020. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diharapkan dapat membantu dunia usaha termasuk usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) dan usaha ultra mikro, serta sektor usaha strategis bagi perekonomian termasuk BUMN.

Tak tanggung-tanggung, pemerintah telah menyiapkan anggaran mencapai Rp641,17 triliun untuk pemulihan ekonomi tersebut yang terdiri dari alokasi belanja negara Rp426,46 triliun, pembiayaan Rp133,51 triliun, tambahan belanja Rp65,1 triliun dan dukungan untuk Pemerintah Daerah Rp15,1 triliun. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

2 mins ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

26 mins ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

27 mins ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

41 mins ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

4 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

7 hours ago