Ilustrasi: Penerimaan pajak ke/istimewa
Jakarta – Semua negara saat ini bersaing untuk mendatangkan arus uang masuk. Demikian juga dengan Indonesia. Tax amnesty merupakan upaya pemerintah untuk menggiring uang pengusaha Indonesia kembali ke negerinya.
“Padahal kita memiliki uang uang itu.Bukan uang siapa-siapa, itu uang kita. Saya tahu, ada yang ditaruh di bank Swiss, ada yang ditaruh di Hongkong, ada yang ditaruh di BPI, ada yg ditaruh di Singapura. Datanya ada di kantong saya,” kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak, di Hotel Santika, Medan, Sumatera Utara, Kamis lalu.
Presiden mengingatkan, kita semua berbisnis di Indonesia, mencari rezeki di Indonesia, karenanya, tidak pantas sebetulnya kalau uangnya kemudian ditempatkan di luar .“Gapapa sebetulnya dalam bisnis biasa tetapi saat ini negara membutuhkan partisipasi dari saudara semuanya” terang Presiden.
Pemerintah telah , lanjut Jokowi, telah menyiapkan payung hukumnya, yakni Undang-Undang Pengampunan Pajak. Karena itu, Presiden mengajak para pengusaha memanfaatkan payung hukum yang sangat kuat ini dengan sebaik baiknya.(*)
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More
Poin Penting Arab Saudi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026… Read More
Poin Penting BNI memberangkatkan lebih dari 7.000 pemudik ke berbagai kota di Pulau Jawa dan… Read More
Mandiri menghadirkan Program Mudik Bersama Gratis melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan strategis, termasuk BP BUMN… Read More