Ilustrasi: Penerimaan pajak bea /istimewa
Jakarta – Semua negara saat ini bersaing untuk mendatangkan arus uang masuk. Demikian juga dengan Indonesia. Tax amnesty merupakan upaya pemerintah untuk menggiring uang pengusaha Indonesia kembali ke negerinya.
“Padahal kita memiliki uang uang itu.Bukan uang siapa-siapa, itu uang kita. Saya tahu, ada yang ditaruh di bank Swiss, ada yang ditaruh di Hongkong, ada yang ditaruh di BPI, ada yg ditaruh di Singapura. Datanya ada di kantong saya,” kata Presiden Jokowi dalam sosialisasi Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak, di Hotel Santika, Medan, Sumatera Utara, Kamis lalu.
Presiden mengingatkan, kita semua berbisnis di Indonesia, mencari rezeki di Indonesia, karenanya, tidak pantas sebetulnya kalau uangnya kemudian ditempatkan di luar .“Gapapa sebetulnya dalam bisnis biasa tetapi saat ini negara membutuhkan partisipasi dari saudara semuanya” terang Presiden.
Pemerintah telah , lanjut Jokowi, telah menyiapkan payung hukumnya, yakni Undang-Undang Pengampunan Pajak. Karena itu, Presiden mengajak para pengusaha memanfaatkan payung hukum yang sangat kuat ini dengan sebaik baiknya.(*)
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More