Pemerintah Suntik Modal PT KAI Rp3,6 Triliun
Pembangunan kereta cepat di Indonesia akan menggunakan perusahaan gabungan yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Indra Haryono
Jakarta–Rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan melibatkan BUMN dari kedua negara, Indonesia dan Tiongkok. Skema yang akan digunakan dari kerja sama ini adalah perusahaan joint venture.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng mengatakan, joint venture ini merupakan anak usaha dari BUMN kedua negara yang sudah ditunjuk. Menurutnya, dengan menggunakan anak usaha BUMN, anggaran pembangunannya tidak akan menggunakan anggaran negara.
“Dibandingkan dengan skema lainnya, joint venture ini akan lebih menguntungkan kedua belah pihak. Skema ini tidak akan menggunakan dari pemerintah sehingga tidak akan memberikan tekanan fiskal untuk Indonesia,” jelasnya.
Dia melanjutkan, keuntungan lainnya yang didapat Indonesia adalah menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 60% dan sisanya dipegang oleh BUMN Tiongkok. Melalui skema ini akan memberikan keuntungan yang jelas bagi Indonesia. (*)
Poin Penting Asia Pasifik menyumbang 27 persen dari total insiden siber global pada 2025 dengan… Read More
Poin Penting Bank Jateng percepat ekspansi Kredit Kendaraan Bermotor dengan target 100.000 unit tahun ini.… Read More
Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More