Pemerintah Suntik Modal PT KAI Rp3,6 Triliun
Pembangunan kereta cepat di Indonesia akan menggunakan perusahaan gabungan yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Indra Haryono
Jakarta–Rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan melibatkan BUMN dari kedua negara, Indonesia dan Tiongkok. Skema yang akan digunakan dari kerja sama ini adalah perusahaan joint venture.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng mengatakan, joint venture ini merupakan anak usaha dari BUMN kedua negara yang sudah ditunjuk. Menurutnya, dengan menggunakan anak usaha BUMN, anggaran pembangunannya tidak akan menggunakan anggaran negara.
“Dibandingkan dengan skema lainnya, joint venture ini akan lebih menguntungkan kedua belah pihak. Skema ini tidak akan menggunakan dari pemerintah sehingga tidak akan memberikan tekanan fiskal untuk Indonesia,” jelasnya.
Dia melanjutkan, keuntungan lainnya yang didapat Indonesia adalah menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 60% dan sisanya dipegang oleh BUMN Tiongkok. Melalui skema ini akan memberikan keuntungan yang jelas bagi Indonesia. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More