Pemerintah Suntik Modal PT KAI Rp3,6 Triliun
Pembangunan kereta cepat di Indonesia akan menggunakan perusahaan gabungan yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia dan Tiongkok. Indra Haryono
Jakarta–Rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan melibatkan BUMN dari kedua negara, Indonesia dan Tiongkok. Skema yang akan digunakan dari kerja sama ini adalah perusahaan joint venture.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng mengatakan, joint venture ini merupakan anak usaha dari BUMN kedua negara yang sudah ditunjuk. Menurutnya, dengan menggunakan anak usaha BUMN, anggaran pembangunannya tidak akan menggunakan anggaran negara.
“Dibandingkan dengan skema lainnya, joint venture ini akan lebih menguntungkan kedua belah pihak. Skema ini tidak akan menggunakan dari pemerintah sehingga tidak akan memberikan tekanan fiskal untuk Indonesia,” jelasnya.
Dia melanjutkan, keuntungan lainnya yang didapat Indonesia adalah menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 60% dan sisanya dipegang oleh BUMN Tiongkok. Melalui skema ini akan memberikan keuntungan yang jelas bagi Indonesia. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More