Ekonomi dan Bisnis

JK: RI Harus Kuasai Teknologi Agar Tak ‘Dijajah’ Negara Lain

Jakarta – Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan bahwa jika Indonesia ingin memiliki pengaruh besar terhadap perubahan ekonomi dunia tentunya perlu memiliki penguasaan teknologi yang baik.

“Inilah pentingnya bahwa semua perubahan ekonomi dunia politik dan teknologi punya peranan sangat besar apabila Indonesia ingin punya pengaruh yang besar dalam dunia ini maka teknologi harus terkuasai dengan baik,” ucap JK dalam The 21st Economix International Seminar oleh FEB UI di Jakarta, 27 November 2023.

Lebih lanjut, JK menambahkan bahwa, jika penguasaan teknologi di Indonesia sudah berjalan dengan sangat baik, maka teknologi-teknologi seperti smelter hingga listrik yang mendukung ekonomi berkelanjutan dapat terealisasi dengan baik.

Baca juga: PwC Sebut 4 Teknologi Digital Ini Diharapkan Bisa Diterapkan di 2045

“Kemajuan itu hanyalah bisa apabila tidak punya pengaruh politik dan penguasaan teknologi, sekaya apapun kita, sekaya apapun negeri ini selama tidak menguasai teknologi maka kita akan dijajah oleh negara yang punya teknologi,” imbuhnya.

Adapun, dirinya menyoroti bahwa, sebenarnya Indonesia mampu menciptakan kendaraan listrik karya buatan anak bangsa, seperti yang dilakukan oleh negara tetangga Vietnam tanpa harus mengandalkan kendaraan listrik buatan negara lain.

“Vietnam sudah memiliki mobil yang listrik buatan sendiri, kita masih buatan Hyundai dan lain-lain, karena kita menanggap tidak bisa menguasai teknologi yang orang bicarakan tentang listrik,” ujar JK.

Baca juga: RI Butuh Investasi Hilirisasi USD545,3 Miliar Agar Keluar dari Middle Income Trap

Sehingga, JK berharap untuk pengembangan globalisasi value chain atau perdagangan global ke depannya diperlukan kemampuan teknologi yang baik dan sumber daya alam Indonesia. Sehinggga, nantinya tidak tergerus adanya kemampuan atau kemajuan teknologi.

“Globalisasi value chain itu artinya yang menguasai teknologi, perdagangan global itu hanya yang mempunyai kemampuan teknologi, sumber daya alam kita akan tergerus tanpa kemampuan dan kemajuan teknologi, jangan hanya puas dengan seminar tapi puaslah dengan di lapangan, pergilah bekerja kepada penguasaan teknonologi,” tambahnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

KPK, Ilusi Kerugian Negara, dan Bahaya “Narasi Paksa” dalam Kasus Dana Nonbujeter Bank BJB

Oleh The Finance Team MASIHKAH Indonesia berlandaskan hukum? Pertanyaan itu kembali muncul dalam setiap diskusi… Read More

1 hour ago

Apakah Benar AS Keluar dari PBB? Cek Faktanya Berikut Ini

Poin Penting Kabar AS keluar dari PBB memicu tanda tanya publik, mengingat AS merupakan salah… Read More

6 hours ago

Kasus Dugaan Penipuan Kripto Jadi Sorotan, Polda Metro Jaya Turun Tangan

Poin Penting Investasi kripto kembali menjadi sorotan setelah adanya laporan dugaan penipuan yang dilayangkan ke… Read More

6 hours ago

4 WNI Dilaporkan Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon Afrika

Poin Penting Kapal ikan IB FISH 7 diserang bajak laut di perairan Gabon, sembilan awak… Read More

7 hours ago

Pakar Apresiasi Peran Pertamina Capai Target Lifting Minyak APBN 2025

Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More

8 hours ago

Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More

9 hours ago