Perbankan

Jika Tidak Ada Persaingan, Bank Syariah di Indonesia Tak Akan Berkembang

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar industri perbankan tidak hanya memiliki satu bank syariah besar di Indonesia seperti BSI saja, tetapi setidaknya ada dua atau tiga bank lagi dari hasil merger. Karena jika tidak ada persaingan, dikhawatirkan Bank Syariah di Indonesia tidak akan berkembang.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan bahwa jika perbankan syariah hanya di dominasi oleh satu bank, maka hal ini bisa menimbulkan ketidaksehatan industri perbankan syariah.

Dalam hal ini, OJK telah mengeluarkan aturan terkait spin off UUS (unit usaha syariah) perbankan yang tercantum di POJK Nomor 10 Tahun 2023 tentang pemisahan UUS dan POJK Nomor 12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah, dimana UUS yang wajib untuk spin-off adalah UUS yang memiliki aset mencapai 50% dari nilai aset BUK-nya dan/atau memiliki jumlah aset Rp50 triliun.

Baca juga: Indonesia Perlu Punya Bank Syariah Besar Selain BSI, Ini Alasannya

“UUS yang telah memenuhi kondisi tersebut wajib menyampaikan permohonan izin atau persetujuan paling lama 2 tahun setelah POJK tersebut diterbitkan,” kata Dian, dikutip Jumat 11 Agustus 2023.

Tekait rencana BTN untuk melakukan spin off, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu pun memastikan bahwa pihaknya akan melakukan pemisahan BTN Syariah yang saat ini masih menjadi UUS menjadi Bank Umum Syariah (BUS).

Tentu, rencana pemisahan UUS BTN ini menjadi hal menarik untuk perkembangan perbankan syariah di tanah Air, mengingat kinerja BTN Syariah yang cukup positif. Hingga semester I 2023 tercatat laba bersih BTN Syariah naik 47,30 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp281,21 miliar.

Peneliti lembaga ESED dan Praktisi Perbankan BUMN, Chandra Bagus Sulistyo mengatakan, memang diperlukan bank syariah lain sebagai kompetitor bagi bank syariah di Indonesia, khususnya yang mendominasi saat ini adalah BSI (Bank Syariah Indonesia). Hal ini pun telah menjadi pembahasan di kalangan analisis ekonomi pasca kejadian BSI yang mengalami kendala operasional beberapa waktu lalu.

“Ini yang sedang menjadi pembahasan kita bersama di para kalangan analisis ekonomi bahwa kejadian BSI mengalami kendala operasional dimana teknologinya terganggu kemarin itu, menunjukkan bahwa ternyata perlunya bank-bank syariah yang lainnya sebagai semangat kompetitor bagi bank syariah di Indonesia,” ujar Chandra saat dihubungi Infobanknews, dikutip 12 Agustus 2023.

Saat ini, bank syariah didominasi oleh BSI, ketika BSI mengalami gangguan operasional maka akan mengganggu keuangan syariah Indonesia. Masalahnya, jika tidak ada lagi bank syariah sebesar BSI yang terjadi adalah tidak ada kompetisi untuk terus memperbaiki bisnisnya.

“Harapannya nanti ada bank syariah selain BSI yang menjadi pesaing. Tujuannya untuk semangat kompetisi di antara bank syariah yang ada, jika persaingan itu tidak ada, saya yakin bahwa bank syariah kita tidak akan bisa tumbuh besar,” ungkap Chandra.

Baca juga: Soal Merger BTN Syariah, BSI Belum Bisa Ambil Keputusan, Ini Alasannya

Dia mencontohkan, seperti pada Bank Umum Konvensional (BUK), adanya BRI, Bank Mandiri, dan BCA masing-masing memiliki kompetisi dan role bisnisnya tersendiri untuk terus berkembang.

“Mereka punya kompetisi, mungkin ada batasan-batasan yang hampir sama, tapi satu yang perlu diperhatikan semangat kompetisi akan muncul di antara bank tersebut sehingga mereka saling memperbaiki dan mengupdate untuk menjadi yang terbaik,” terangnya.

Begitupun, tambah Chandra, bagi bank syariah tidak hanya memiliki satu bank besar saja tetapi harus ada bank syariah lainnya sebagai kompetitor.  Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan roadmap untuk pengembangan ekonomi syariah secara nasional.

“Dan itu harus dilakukan segera karena kejadian BSI kemarin yang terganggu operasional menjadi pelajaran berharga bagi kita semuanya,” tutup Chandra. (*)

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri, PGE Jaga Pasokan Listrik Nasional Tetap Stabil

Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More

6 hours ago

Tugu Insurance Siaga 24 Jam, Dukung Perjalanan Mudik Aman dan Nyaman

Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More

11 hours ago

Bank Sentral Global Menghadapi Ekspektasi yang Lebih Tinggi: Ke Mana Arah BI-Rate?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More

12 hours ago

Jangan Asal Berangkat, Ini 6 Tip Mudik Lebaran agar Aman dan Nyaman

Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More

13 hours ago

Transaksi ZISWAF BSI Tembus Rp30 Miliar di Ramadhan 2026, Naik 2 Kali Lipat

Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More

15 hours ago

Konflik Timur Tengah dan Risiko Harga Minyak Global, Ini Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia

Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More

15 hours ago