Bandung – Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang memperkirakan kontrak multilateral komoditi di tahun depan bisa mencapai sebesar 1,5 juta lot. Angka itu, naik 150% bila dibanding tahun ini yang diperkirakan bisa mencapai 600 ribu lot.
“Tahun depan bisa 1,5 juta lot untuk kontrak multilateral komoditi,” kata Stephanus usai ditemui dalam acara workshop wartawan perdagangan berjangka komoditi di Grand Setiabudi Hotel, Bandung kemarin.
Kenaikan ini menurutnya, lantaran efek paket bebrapa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah masih positif di tahun depan. Maka dari itu, raihan target tersebut bisa digapai dengan baik.
”Paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan, untuk investor sudah terlihat, mereka (investor) sudah banyak lebih memilih instrumen. Kami sangat merasakan efek langsung dari paket itu, langsung membantuk kami dan mengenalkan masyrakat industri ini (bursa berjangka),” tegasnya.
Di tahun depan, dia menyebutkan, komoditas emas lah yang masih menjadi tonggak utama. Sementara komoditas lainnya masih berfluktuatif terkait kondisi alam.
“Alam berbeda dengan hasil tambang, kalau kopi kecenderungan gagal panen akibat alam. Kopi memang belakangan ini, karena tingkat konsumsi di lokal ada kenaikan. Saya rasa juga masih bergairah (kopi) dan ada kenaikan harga,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More