Bandung – Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX), Stephanus Paulus Lumintang memperkirakan kontrak multilateral komoditi di tahun depan bisa mencapai sebesar 1,5 juta lot. Angka itu, naik 150% bila dibanding tahun ini yang diperkirakan bisa mencapai 600 ribu lot.
“Tahun depan bisa 1,5 juta lot untuk kontrak multilateral komoditi,” kata Stephanus usai ditemui dalam acara workshop wartawan perdagangan berjangka komoditi di Grand Setiabudi Hotel, Bandung kemarin.
Kenaikan ini menurutnya, lantaran efek paket bebrapa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah masih positif di tahun depan. Maka dari itu, raihan target tersebut bisa digapai dengan baik.
”Paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan, untuk investor sudah terlihat, mereka (investor) sudah banyak lebih memilih instrumen. Kami sangat merasakan efek langsung dari paket itu, langsung membantuk kami dan mengenalkan masyrakat industri ini (bursa berjangka),” tegasnya.
Di tahun depan, dia menyebutkan, komoditas emas lah yang masih menjadi tonggak utama. Sementara komoditas lainnya masih berfluktuatif terkait kondisi alam.
“Alam berbeda dengan hasil tambang, kalau kopi kecenderungan gagal panen akibat alam. Kopi memang belakangan ini, karena tingkat konsumsi di lokal ada kenaikan. Saya rasa juga masih bergairah (kopi) dan ada kenaikan harga,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More
Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More
Poin Penting Menkop menggandeng lintas K/L untuk mempercepat pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih sesuai… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, seperti volatilitas geopolitik, perubahan rantai pasok, dan munculnya… Read More
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More