Ilustrasi: Harga Bitcoin. (Foto: istimewa)
Jakarta – Sesorang dari German Stock Exchange mengabarkan bahwa negara ini tengah mengkaji untuk meluncurkan kontrak berjangka bitcoin.
“Kami sedang memikirkan masa depan, dimana investor swasta dan investor institusional dapat melindungi investasi yang ada di bitcoin atau menetapkan penurunan harga mata uang digital,” kata juru bicara Deutsche Borse dalam publikasi tersebut.
Jika hal ini dilakukan, maka Jerman akan menjadi negara Eropa pertama yang menyediakan masa depan untuk cryptocurrencies.
Seperti dikutip dari CNBC, seorang juru bicara Deutsche Boerse mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengkonfirmasi cerita Wirtschaftswoche, namun ia mengakui bahwa perusahaan tersebut sedang menyelidiki asset class.
“Ada dua hal, yakni keuntungan dari derivatif kriptocurrency serta isu potensial yang perlu ditangani,” kata juru bicara tersebut.
Isu tersebut termasuk fakta bahwa teknologi mata uang digital “masih berkembang,” kerapuhan pasar spot bitcoin, kurangnya peraturan dan volatilitas harga.
“Sebagai bursa yang diatur sepenuhnya, kami perlu membahas semua hal di atas dan lebih banyak lagi, sebelum kami dapat meluncurkan produk,” kata juru bicara tersebut.
Dikabarkan, kontrak berjangka akan diperdagangkan melalui pertukaran derivatif Eurex Deutsche Boerse. Sejauh ini, operator pertukaran A.S. Cboe adalah satu-satunya tempat untuk menawarkan kontrak semacam itu. CME sedang bersiap untuk memperkenalkan derivatifnya, dan dijadwalkan untuk diluncurkan pada 18 Desember.
Para ahli percaya bahwa perkembangan ini akan menjadi langkah besar untuk membawa lebih banyak uang institusional ke dalam kriptocurrency.(*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More