Pertanian; Sektor penting. (Foto: hijauku.com)
Jakarta–Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengaku, bahwa pemimpin delegasi Jepang Toshihiro Nakai menawarkan kerja sama dalam bidang pertanian dengan Indonesia.
Menurutnya, delegasi Jepang ini menyebutkan, bahwa dengan kerja sama di bidang pertanian memiliki potensi yang sangat besar. Hal ini sejalan dengan teknologi Jepang yang diklaim dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.
“Salah satunya terkait dengan kerja sama dengan teknologi Jepang khususnya perbaikan mutu tanah dan irigasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian Indonesia secara siginifikan,” ujar Franky dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 24 November 2015.
Lebih lanjut dia menilai, sektor pertanian memang masih belum banyak dimasuki oleh investor Jepang. Berdasarkan data yang dimiliki oleh BKPM untuk periode 22 Oktober 2014 hingga 20 November 2015, minat di sektor pertanian tercatat US$41 juta.
“Sedangkan dari sektor lainnya seperti infrastruktur misalnya telah terealisasi dalam bentuk komitmen investasi sebesar US$5 miliar,” tukasnya.
Dalam periode kurun waktu tersebut total minat dan komitmen investasi Jepang mencapai US$19 miliar. Dari jumlah tersebut, yang sudah memiliki izin prinsip mencapai US$6 miliar. Sementara minat yang dikategorikan serius nilainya mencapai US$3,1 miliar yang diharapkan dapat segera direalisasikan menjadi izin prinsip.
Franky mengungkapkan, Jepang merupakan salah satu kontributor utama terhadap pencapaian target realisasi investasi Indonesia. Dari data realisasi investasi yang dikeluarkan oleh BKPM periode Januari-September 2015, Jepang menduduki peringkat ketiga dengan nilai mencapai US$2,5 miliar dengan 1.318 proyek.
Sementara Singapura menempati posisi teratas US$3,55 miliar dengan 1.999 proyek. Sedangkan Malaysia US$2,9 miliar dengan 600 proyek. Di bawah Jepang, tercatat Korea Selatan dengan nilai investasi US$1 miliar 1.529 proyek dan Belanda US$ 908 juta dengan 301 proyek. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More