Jakarta – Jens Reisch, mundur dari jabatannya sebagai Presiden Direktur Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) yang didudukinya sejak 2016.
“Saya akan meninggalkan Prudential pada akhir September dan pensiun dini. Saya tahu bahwa ini bukan waktu yang ideal untuk perubahan kepemimpinan dengan pandemi yang sedang berlangsung. Tapi saya tahu bahwa kami memiliki tim yang kuat dan berkomitmen di Prudential,” ujarnya kepada Infobanknews melalui pesan singkat, Kamis, 9 September 2021.
Tugas kepemimpinan Jens di Prudential akan dilanjutkan Michellina Triwardhany yang dua bulan lalu mengundurkan diri dari kursi orang nomor dua di Bank Danamon. “Saya pribadi senang ada penerus yang kuat bersama Ibu Dhany. Saya yakin bahwa Perusahaan akan tumbuh ke tingkat yang lebih tinggi. Dan saya selalu percaya bahwa yang terbaik masih akan datang,” imbuh Jens.
Jens mengatakan, dirinya memiliki banyak kesan dan pengalaman selama kiprahnya di Indonesia.
“Saya sangat berterima kasih atas kepercayaan, dukungan dan persahabatan Anda selama ini. Saya sangat berharap untuk tetap terhubung dengan Anda dan terus bertemu dan mengejar ketinggalan dari waktu ke waktu. Saya masih akan berada di sini hingga 30 September untuk mendukung serah terima dan transisi yang lancar,” kata pria asal Jerman yang fasih berbahasa Indonesia ini.
Sebelum memimpin Prudential, Jens Reisch pernah memimpin Allianz Life Indonesia pada 2003 hingga perusahaan asuransi yanhlg dipimpinnya tersebut masuk dalam kategori perusahaan terbaik di industrinya.
Pada 2010 dia hijrah ke Malaysia untuk memimpin Allianz Malaysia hingga pada 2014 kembali ke Indonesia untuk menahkodai FWD Life Indonesia sebelum kemudian ditunjuk untuk menjadi orang nomor satu di perusahaan asuransi jiwa terbesar di tanah air Prudential Life Assurance pada 2016. (*) Karnoto Mohamad
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More