Peluncuran s-Card Jenius. (Foto: Irawati)
Jakarta – Jenius, layanan perbankan digital dari PT Bank SMBC Indonesia, meluncurkan Kartu Kredit Tambahan Jenius (s-Card). Inovasi ini dirancang untuk membantu nasabah mengelola arus kas (cash flow) dengan lebih praktis dan dapat diberikan kepada orang-orang terdekat.
Jenius Business Stream Head SMBC Indonesia, Anita Ekasari menjelaskan, s-Card memiliki fungsi serupa dengan kartu kredit utama Jenius (d-Card). Kartu ini tersedia dalam kartu fisik untuk transaksi offline dan kartu virtual di aplikasi Jenius untuk transaksi online.
“S-Card dirancang untuk membantu pengguna mengelola cash flow dan mengumpulkan Yay Points dengan lebih cepat. Pengguna juga bisa mengelola s-Card dengan mudah, mulai dari request s-Card, kelola limit, memantau transaksi, hingga block dan unblock kartu semua bisa dilakukan langsung dari aplikasi Jenius. S-Card ini bisa diberikan kepada orang-orang terdekat dan diri sendiri untuk pengelolaan kebutuhan yang beragam,” jelas Anita dalam Peluncuran s-Card, Kamis, 8 Mei 2025.
Baca juga: Dorong Kesadaran Menabung, Jenius Luncurkan Produk Cash Cow dan Bayar & Nabung
Anita menjelaskan, pengguna bisa mengajukan hingga lima s-Card langsung dari aplikasi Jenius. Kartu ini dapat diberikan kepada pengguna Jenius lain atau kepada orang yang belum menjadi pengguna Jenius.
Bagi penerima yang sudah menggunakan Jenius, pemberi s-Card hanya perlu memasukkan $Cashtag penerima. Sementara bagi penerima yang belum menjadi pengguna Jenius, pemberi s-Card harus mengunggah foto KTP dan mengisi alamat pengiriman s-Card.
Pemilik Kartu Kredit Utama Jenius (d-Card) juga dapat memantau transaksi s-Card secara real-time melalui notifikasi aplikasi. Kartu ini bisa diberikan kepada keluarga, orang terdekat, atau bahkan untuk diri sendiri, sebagai alat pengelolaan keuangan untuk berbagai kebutuhan.
Adapun penggunaan s-Card memungkinkan pengguna untuk lebih cepat mengumpulkan Yay Points, yang dapat ditukarkan dengan berbagai rewards secara real-time melalui aplikasi Jenius.
Rewards yang tersedia meliputi kategori Travel (GarudaMiles, KrisFlyer Miles, Traveloka Points, AirAsia points, dan LinkMiles), kategori e-Wallet (GoPay dan OVO cash), dan kategori Eat & Shop (MAPCLUB Points dan MyEraspace Points).
Tak hanya itu, Jenius juga memberikan fleksibilitas penuh kepada pemberi s-Card untuk mengelola penggunaan kartu. Pemberi s-Card bisa mengubah PIN, mengatur limit per s-Card, mengatur limit belanja per transaksi untuk masing-masing s-Card, mengatur opsi tarik tunai di ATM, mengatur opsi transaksi online, mengatur opsi transaksi di luar negeri, melakukan blokir sementara dan blokir permanen, serta menutup s-Card.
Sementara, pemegang Kartu Kredit Utama Jenius (d-Card) juga dapat memantau histori transaksi setiap s-Card dan menerima notifikasi untuk setiap transaksi, baik melalui aplikasi maupun e-mail, demi menjaga keamanan.
Baca juga: Survei Jenius: Masyarakat Lebih Pede Spending dan Pengajuan Pinjaman Berpotensi Meningkat
Kemudahaan lain bagi pemegang s-Card, pengelolaan kartu kredit tambahan dapat dilakukan langsung dari aplikasi Jenius, mulai dari aktivasi kartu, pemilihan desain kartu, pengisian alamat pengiriman, hingga pemantauan histori transaksi.
“Semuanya dilakukan dari aplikasi Jenius milik pemegang s-Card. Transaksi online juga lebih aman dengan one-time password (OTP) yang langsung terkirim ke smartphone penerima s-Card,” pungkas Anita.
Indra Priawan, Teman Jenius dan pebisnis, membagikan pengalamannya dalam menggunakan s-Card. Menurutnya, s-Card mempermudah pengelolaan keuangan keluarga, termasuk kebutuhan rumah tangga hingga traveling.
“Di Jenius, pengalaman request, aktivasi, hingga kelola s-Card sangat mudah, semuanya bisa langsung dari aplikasi. Saya berikan satu s-Card kepada istri untuk budgeting kebutuhan rumah tangga sekaligus untuk traveling. Dengan alokasi ini, Yay Points Jenius bisa terkumpul lebih cepat dan bisa ditukar ke beberapa merchant yang sering kami gunakan,” kata Indra. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More