Ekonomi dan Bisnis

Jemaah Haji Melonjak, Arab Saudi Raup Cuan Miliaran Dolar

Jakarta – Sekitar 2,5 juta umat Muslim tengah melangsungkan ibadah haji pada pekan ini. Ini kali pertama ibadah haji diselenggarakan secara besar-besaran sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Dinukul Al Jazeera, Selasa (27/6), Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa jumlah jemaah haji tahun 2023 telah memecahkan rekor anyar.

Hal ini disebabkan karena pembatasan terkait virus Covid-19 yang mulai dihapus membuat jumlah jemaah melonjak.

Pada 2020, hanya 10.000 jemaah yang diizinkan untuk menjalankan ibadah ini. Jumlahnya meningkat menjadi 59.000 pada 2021 dan mencapai 1 juta orang pada 2022.

“Tahun ini, kita akan menyaksikan haji terbesar dalam sejarah,” kata seorang pejabat kementerian terkait.

Ladang Cuan Arab Saudi

Menariknya, untuk bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini seseorang harus merogoh kocek cukup dalam. Di Indonesia misalnya, biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M sebesar Rp90,05 juta. 

Rinciannya, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) alias biaya yang ditanggung jemaah haji sebesar Rp49,81 juta atau 55,3% dari total BPIH.

Ini baru dari Indonesia saja. Situs paling suci dalam agama Islam tersebut diproyeksikan dapat menampung 2,5 juta jemaah dari 160 negara. 

Sudah tentu, ini merupakan ladang cuan bagi Arab Saudi karena menghasilkan miliaran dolar per tahun. Di sisi lain, negara pengekspor minyak terbesar dunia itu sedang berupaya mendiversifikasi ekonominya di luar bahan bakar fosil.

Pengusaha Saudi Samir Al-Zafni mengatakan, semua hotelnya di Mekah dan Madinah dalam kapasitas penuh hingga minggu pertama di bulan Juli.

“Tahun ini tidak ada satu pun tempat tidur kosong di grup kami yang terdiri dari 67 hotel,” katanya kepada AFP.

Bahkan, beberapa mutawif di Makkah dan Madinah mengungkapkan, tarif hotel bintang lima yang biasanya sekitar 400 Saudi Riyal (SAR) kini naik sampai 300%, menjadi minimal 1.200 SAR. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

5 mins ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

2 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

2 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

3 hours ago

Outlook Negatif dari Moody’s Jadi Alarm Keras untuk Kebijakan Prabowo

Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More

3 hours ago