Perbankan

Jelang RUPS, Harga Saham BBTN Melejit 6,10 Persen

Jakarta – Harga saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pada penutupan perdagangan sesi I hari ini (26/3) menguat 6,10 persen ke posisi Rp870 per saham jelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan.

Penguatan harga saham BBTN tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perdagangan sesi I yang kembali ditutup meningkat ke level 6.444,79 dari dibuka pada level 6.235,61 atau menguat 3,35 persen.

Harga saham BBTN sebagai salah satu bank pelat merah itu meningkat 50 poin dari harga pentupan sebelumnya yang berada di level Rp820 dan sempat menyentuh harga tertinggi hari ini di Rp875 per saham.

Baca juga: Daftar 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini, Ada BBCA hingga BMRI

Dalam RUPS hari ini, agenda yang akan dibahas salah satunya adalah terkait dengan persetujuan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2024, yang sebagian akan digunakan untuk memberikan dividen ke pemegang saham.

Diketahui, BBTN sebelumnya mencatatkan laba bersih Rp3,01 triliun sepanjang 2024 atau mengalami koreksi 14,1 persen year on year (yoy), dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,50 triliun.

Meski begitu, pendapatan bunga bersih BBTN tumbuh 4,5 persen dari Rp28,27 triliun menjadi Rp29,55 triliun. Dari sisi intermediasi juga tumbuh solid, di mana penyaluran kredit dan pembiayaan naik 7,3 persen dari Rp333,69 triliun menjadi Rp357,97 triliun.

Baca juga: BTN Percepat Digitalisasi, Bidik 21.000 Pengguna Bale Korpora Tahun Ini

Terkait dividen, sebelumnya pada tahun buku 2022, BTN menebarkan dividen senilai Rp609,01 miliar atau 20 persen dari total laba bersih konsolidasi Rp3,04 triliun.

Kemudian, pada tahun buku 2023, BBTN memutuskan untuk membagikan dividen dengan rasio yang sama seperti tahun sebelumnya. Adapun jumlah dividen yang tebar sebanyak Rp700,9 miliar, dari laba bersih konsolidasi Rp3,50 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

8,12 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan

Poin Penting Hingga 15 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, DJP mencatat 8.125.023 SPT Tahunan PPh… Read More

26 mins ago

AirAsia Indonesia Kantongi Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Terpangkas 15 Persen

Point Penting Pendapatan 2025 capai Rp7,87 triliun, sementara kerugian berhasil ditekan 15 persen dibandingkan tahun… Read More

33 mins ago

Jasamarga Trans Jawa Beri Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Lebaran 2026

Poin Penting PT Jasamarga Transjawa Tol memberlakukan diskon tarif tol sebesar 30 persen di ruas… Read More

33 mins ago

Utang Luar Negeri RI Januari 2026 Turun Jadi USD434,7 Miliar

Poin Penting Posisi ULN Indonesia pada Januari 2026 tercatat USD434,7 miliar, tumbuh 1,7 persen (yoy),… Read More

1 hour ago

Perang Timur Tengah Guncang Rantai Pasok Global, Indonesia Dinilai Punya Peluang

Poin Penting Konflik antara AS–Israel dan Iran berpotensi mengganggu rantai pasok global dan perdagangan internasional.… Read More

2 hours ago

OJK Denda Bliss Properti Indonesia Rp5,62 Miliar, Ini Penyebabnya

Poin Penting OJK menjatuhkan total denda Rp5,62 miliar kepada PT Bliss Properti Indonesia Tbk dan… Read More

2 hours ago