Perbankan

Jelang RUPS, Harga Saham Bank Mandiri Melesat 3,81 Persen

Jakarta – Harga saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada penutupan perdagangan sesi I hari ini (25/3) ditutup menguat 3,81 persen ke posisi Rp4.630 per saham menjelang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Penguatan harga saham BMRI tersebut sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini ditutup menguat ke level 6.226,23 dari dibuka pada level 6.161,21 atau naik 1,06 persen.

Sebelumnya, harga saham BBRI juga sempat menyentuh posisi tertingginya pda hari ini ke posisi Rp4.660 dari harga pentupan sebelumnya di level Rp4.460 per saham.

Baca juga: RUPST Bank Mandiri Digelar Hari Ini, Simak Bocoran Besaran Dividennya

Dividen Bank Mandiri

RUPST Bank Mandiri dijadwalkan akan dimulai pukul 14.00 WIB di Auditorium Plaza Mandiri, Jakarta. Ada sejumlah agenda atau mata acara yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Salah satunya persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2024.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi memberikan kisi-kisi terkait tebaran dividen tahun buku 2024. Menurutnya, perseroan akan mempertahankan rasio dividen seperti beberapa tahun terakhir.

“Bank Mandiri telah mempertahankan rasio dividen sekitar 60 persen dalam lima tahun terakhir, sesuai dengan arahan pemerintah sebagai pemegang saham utama,” ujar Darmawan beberapa waktu lalu dalam paparan kinerja kuartal IV 2024.

Apabila diasumsikan Bank Mandiri akan membagikan dividen dengan rasio yang sama, yakni 60 persen, maka kemungkinan dividen yang bakal ditebar ke pemegang saham sekira Rp33,46 triliun, dari total laba 2024.

Diketahui, bank berlogo pita emas ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp55,8 triliun sepanjang tahun 2024. Angka ini mengalami pertumbuhan tipis sebesar 1,31 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp55,06 triliun.

Berdasarkan data Biro Riset Infobank, Bank Mandiri secara konsisten untuk memberikan dividen yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Untuk tahun buku 2019, bank berkode saham BMRI ini memberikan dividen senilai Rp16,48 triliun atau 60 persen dari laba bersih konsolidasi Rp28,45 triliun.

Sedangkan tahun buku 2020, Bank Mandiri membagikan dividen senilai Rp10,27 triliun atau setara 60 persen dari laba bersih secara konsolidasi senilai Rp18,39 triliun.

Baca juga: Hingga Februari 2025, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp9,01 Triliun ke 77.500 UMKM

Lalu, di tahun buku 2021, Bank Mandiri mencatatkan kinerja yang impresif dengan perolehan laba mencapai Rp30,55 triliun, sehingga dividen yang dibagikan mencapai Rp16,81 triliun atau 60 persen dari laba bersih konsolidasi.

Kemudian, untuk tahun buku 2022, bank berlogo pita emas ini kembali menebarkan dividen senilai Rp24,70 triliun, tetap konsisten dengan rasio besaran tahun-tahun sebelumnya yang setara 60 persen dari laba bersih konsolidasi yakni di Rp44,95 triliun.

Sedangkan, tahun buku 2023 Bank Mandiri menebar dividen Rp33,03 triliun atau 60 persen dari laba bersih Rp60,05 triliun. (*)

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

35 mins ago

Maybank Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Naik 48,5 Persen

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More

1 hour ago

Viral Penusukan Nasabah oleh Debt Collector, OJK Panggil MTF

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More

2 hours ago

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

3 hours ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

4 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

5 hours ago