Moneter dan Fiskal

Jelang RDG BI, Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.745 per USD

Poin Penting

  • Rupiah dibuka menguat ke Rp16.745 per dolar AS jelang RDG BI, naik 0,04% dari penutupan sebelumnya.
  • Data ketenagakerjaan AS yang beragam dan komunikasi The Fed menjadi fokus pasar, memengaruhi pergerakan rupiah.
  • Suku bunga BI diperkirakan tetap di 4,75%, sementara rupiah diproyeksi bergerak di rentang Rp16.715–Rp16.775 per dolar AS.

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.745 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,04 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.751 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan investor sedang menyesuaikan diri dengan rilis data makro yang tertunda setelah penutupan ekonomi AS. Menurutnya, pasar juga semakin khawatir bahwa data ketenagakerjaan yang lebih kuat dapat mempersempit kemungkinan pelonggaran kebijakan The Fed.

Data terbaru menunjukkan situasi yang beragam. Klaim pengangguran AS awal tercatat 232 ribu, sementara klaim pengangguran berkelanjutan meningkat menjadi 1,957 juta, level tertinggi sejak Agustus 2025. Selain itu, Automatic Data Processing (ADP) AS  menunjukkan sedikit penurunan gaji bersih hingga awal November 2025.

“Investor juga akan memantau komunikasi dari Federal Reserve, dengan beberapa pidato dan rilis risalah rapat FOMC terbaru yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang langkah kebijakan bank sentral selanjutnya,” ujar Andry, Rabu, 19 November 2025.

Baca juga: Soal Redenominasi Rupiah, Bos BI: Butuh Waktu dan Persiapan Lama

Andry menambahkan, pelaku pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar hari ini. Suku bunga BI diperkirakan tetap stabil di level 4,75 persen.

“Sejalan dengan sikap hati-hati bank sentral di tengah kondisi global yang masih bergejolak,” tambahnya.

Baca juga: BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di November 2025

Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.715 dan Rp16.775 per dolar AS sepanjang hari.

“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.715 dan Rp16.775 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

16 mins ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

31 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

35 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

47 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

57 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

1 hour ago