Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu (19/11/2025). Rupiah dibuka pada level Rp16.745 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat tipis 0,04 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp16.751 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan investor sedang menyesuaikan diri dengan rilis data makro yang tertunda setelah penutupan ekonomi AS. Menurutnya, pasar juga semakin khawatir bahwa data ketenagakerjaan yang lebih kuat dapat mempersempit kemungkinan pelonggaran kebijakan The Fed.
Data terbaru menunjukkan situasi yang beragam. Klaim pengangguran AS awal tercatat 232 ribu, sementara klaim pengangguran berkelanjutan meningkat menjadi 1,957 juta, level tertinggi sejak Agustus 2025. Selain itu, Automatic Data Processing (ADP) AS menunjukkan sedikit penurunan gaji bersih hingga awal November 2025.
“Investor juga akan memantau komunikasi dari Federal Reserve, dengan beberapa pidato dan rilis risalah rapat FOMC terbaru yang diharapkan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut tentang langkah kebijakan bank sentral selanjutnya,” ujar Andry, Rabu, 19 November 2025.
Baca juga: Soal Redenominasi Rupiah, Bos BI: Butuh Waktu dan Persiapan Lama
Andry menambahkan, pelaku pasar tengah menantikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar hari ini. Suku bunga BI diperkirakan tetap stabil di level 4,75 persen.
“Sejalan dengan sikap hati-hati bank sentral di tengah kondisi global yang masih bergejolak,” tambahnya.
Baca juga: BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen di November 2025
Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp16.715 dan Rp16.775 per dolar AS sepanjang hari.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.715 dan Rp16.775 per dolar AS,” pungkas Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More