Market Update

Jelang RDG BI, IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke 8.289

Poin Penting

  • IHSG sesi I melemah 0,25% ke 8.289,08 jelang RDG Bank Indonesia, setelah dibuka di level 8.310,22.
  • Pasar menanti keputusan suku bunga BI, yang diperkirakan tetap di 4,75% guna menjaga stabilitas ekonomi dan rupiah di tengah ketidakpastian global.
  • Mayoritas sektor terkoreksi, terutama teknologi (-1,39%) dan keuangan (-0,76%), meski sektor bahan baku (+2,86%) dan transportasi (+1,99%) mencatat penguatan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (19/2) ditutup berbalik melemah ke level 8.289,08 atau turun 0,25 persen dari posisi pembukaan 8.310,22.

Manajemen Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen pasar yang menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) terkait tingkat suku bunga acuan.

Pasar memprediksi, di tengah ketidakpastian dan meningkatnya risiko pasar keuangan, BI akan mempertahankan suku bunga acuaanya di level 4,75 persen.

“Hal ini sebagai langkah BI yang terus berupaya dalam menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri dan rupiah yang berkelanjutan,” kata Pilarmas dalam risetnya.

Baca juga: LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026, Ini Pertimbangannya

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 37,49 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 2,19 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,50 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 351 saham terkoreksi, sebanyak 293 saham menguat dan sebanyak 169 saham tetap tidak berubah.

Lalu, mayoritas sektor juga terpantau koreksi, dengan sektor teknologi turun 1,39 persen, sektor keuangan melemah 0,76 persen, sektor industrial merosot 0,66 persen, sektor properti turun 0,58 persen, sektor kesehatan melemah 0,33 persen, dan sektor siklikal merosot 0,20 persen.

Baca juga: 333 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.361

Sedangkan, sektor sisanya mengalami penguatan, dengan sektor bahan baku naik 2,86 persen, sektor transportasi meningkat 1,99 persen, sektor energi menguat 0,74 persen, sektor non-siklikal naik 0,33 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 0,09 persen.

Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Nikkei 225 Index Tokyo naik 0,78 persen dan Hang Seng Index meningkat 0,52 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai masih tutup. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago