Jakarta – Inflasi yang saat ini tercatat masih cukup tinggi sebesar 5,28% pada Januari 2023, tentu akan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Inflasi tersebut juga berpeluang menjadi lebih besar akibat dari fenomena kenaikan harga khususnya pangan.
Peneliti Centre of Industry, Trade, and Investment INDEF, Ahmad Heri Firdaus, menyatakan, bahwa kinerja sektor tanaman khususnya pertanian masih terpantau lemah, sementara permintaan semakin tinggi, menjadi ancaman bagi inflasi.
“Karena kita akan memasuki bulan puasa di bulan depan, permintaan tinggi kalau misalnya barangnya langka kan pasti harganya melonjak, sehingga ancaman terhadap inflasi ini harus menjadi perhatian agar bisa tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan daya beli,” ucap Ahmad di Jakarta, 7 Februari 2023.
Kinerja sektor pertanian yang melemah tersebut terlihat dari pertumbuhannya yang hanya sebesar 2,29% di tahun 2022 dari 1,84% di tahun 2021.
Kemudian, ia menambahkan bahwa inflasi tertinggi saat ini disumbang oleh kelompok transportasi sebesar 13,91% dan disusul oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 5,82%.
“Nanti kalau inflasi di sektor transportasi ini telah mereda akibat dari dampak kenaikan bbm yang sudah mereda, tetap nanti inflasi di sektor makanan dan minuman tembakau ini akan terus tinggi,” imbuhnya.
Oleh karena itu, ia berharap ke depannya Indonesia membutuhkan akselerasi ekonomi yang didasari pada perbaikan struktur dan fundamental yang kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat.
“Tentunya hal ini diharapkan akan berdampak terhadap perbaikan kesejahteraan melalui penciptaan lapangan kerja dan optimalisasi nilai tambah,” ujar Ahmad. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More
Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More
Poin Penting PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit digital Rp28,75 triliun pada 2025… Read More
Poin Penting Tugure merenovasi atap Panti Asuhan Al Arif di Serang yang sebelumnya rusak dan… Read More
Poin Penting LPEM UI menyarankan BI mempertahankan suku bunga 4,75% pada RDG Maret 2026 di… Read More
Poin Penting BNI menambah fasilitas kredit Rp10 triliun kepada Pegadaian, sehingga total pembiayaan mencapai Rp25,1… Read More