Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sebagai tanggapan terkait insiden memilukan atas meninggalnya pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, akibat kendaraan taktis (rantis) Brimob yang melindas saat pembubaran aksi unjuk rasa, Kamis malam, 28 Agustus 2025. (Tangkapan layar YouTube @SekretariatPresiden: Julian)
Poin Penting
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu sore, 15 Februari 2026. Pertemuan itu membahas arah strategi Indonesia menjelang perundingan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS).
Rapat tersebut menegaskan sikap Prabowo agar kebijakan ekonomi luar negeri benar-benar memberi manfaat nyata bagi kepentingan nasional.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan dua hal penting,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip Antara.
Hal pertama yang ditekankan Prabowo adalah memastikan posisi Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan negara mana pun menghasilkan manfaat terbaik bagi kepentingan nasional.
Fokus terdekat, kata Teddy, adalah persiapan menghadapi perundingan ekonomi dengan AS yang akan segera berlangsung.
“Khususnya, dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” katanya.
Baca juga: Prabowo Tuntut Danantara Bisa Cetak Return on Asset 7 Persen: Harus Siap!
Menurut Teddy, Prabowo menginginkan setiap proses perundingan mampu mendorong peningkatan produktivitas industri dalam negeri sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.
Arahan kedua, Prabowo menegaskan bahwa kerja sama ekonomi yang dibangun tidak boleh bersifat jangka pendek semata, melainkan harus memperkuat fondasi industri nasional.
Ia menambahkan, Presiden menekankan bahwa setiap kebijakan ekonomi pemerintah harus segera menghasilkan keuntungan konkret bagi Indonesia.
Arahan Prabowo tersebut menjadi pedoman bagi para menteri untuk merumuskan langkah strategis yang cepat, terukur, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: IHSG sempat Menguat usai Pertemuan Prabowo dengan Taipan, Siang Ini Kembali Terkoreksi
Rapat di Hambalang itu dihadiri antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Presiden Prabowo dijadwalkan berkunjung ke AS pada 19 Februari 2026 untuk menandatangani pakta perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART) bersama Presiden Donald Trump, sekaligus menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.
Sementara itu, Airlangga Hartarto menyatakan rincian kesepakatan tarif masih menunggu finalisasi. Namun, tarif ekspor Indonesia ke AS telah turun dari 32 persen menjadi 19 persen. Pemerintah meminta publik menunggu hingga seluruh proses perundingan rampung. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BPR NBP Group menggelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI di Jonggol dengan hadiah 2… Read More
Poin Penting Bank Raya mendorong akselerasi ekonomi digital melalui pendampingan delapan klaster unggulan dan lebih… Read More
Poin Penting Tahun Kuda Api membawa energi besar yang membuka peluang cuan sekaligus meningkatkan risiko… Read More
Poin Penting BSI gandeng PNM untuk memperkuat inklusi keuangan syariah dan membidik 300 ribu nasabah… Read More
Poin Penting Tarif listrik periode 16–22 Februari 2026 tetap mengacu pada ketentuan Triwulan I Tahun… Read More
Poin Penting Dirut BRI Hery Gunardi menegaskan belum ada pembicaraan terkait rencana pengambilalihan PNM oleh… Read More