Ilustrasi: Remitansi rupiah/istimewa
Jakarta– Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (18/7) diprediksi masih akan menunjukkan penguatan terbatas. Hal tersebut didorong oleh sentimen ekspetasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
“Rupiah bisa lebih menguat terhadap dollar AS hari ini. Namun penguatan bisa saja terbatas,” kata Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis 18 Juli 2019.
Menurutnya, peluang penurunan suku bunga acuan BI cukup besar terlebih Bank Setral AS (The Fed) juga telah memberikan sinyal untuk menurunkan suku bunga acuan pada periode bulan Juli ini. Ariston menilai, BI cukup realistis untuk menurunkan bunga acuan sekitar 25 basis poin (bps).
“Pasar menantikan hasil rapat RDG BI hari ini yang diekspektasikan terjadi pemangkasan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps,” ucap Ariston.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah melakukan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 Juli 2019 sampai 18 Juli 2019. Beberapa pengamat berharap BI dapat menurunkan suku bunga acuannya.
Sementara itu berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah terpantau menguat tipis pada pembukaan pasar spot hari ini. Pada hari ini (18/7) rupiah dibuka pada level Rp13.960/US$ atau menguat 0,11% bila dibandingkan dengan penutupan pasar spot kemarin.
Sedangkan berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (18/7) menempatkan Rupiah pada level Rp13.976 per dolar AS, atau tercatat melemah 27 poin dari posisi kemarin (17/7) pada level Rp13.949. (*)
Editor: Rezkiana NP
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More
Poin Penting DPLK Avrist menargetkan pertumbuhan nasabah 15% hingga akhir 2026 dari total lebih 29… Read More