Nilai Tukar Rupiah Mulai Bergerak ke Zona Hijau
Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (21/10) diprediksi akan menguat signifikan seiring dengan sentimen positif pelantikan Jokowi sebagai Presiden Periode 2019-2024 dan penantian pengumuman nama menteri yang akan mengisi kabinet pemerintahan.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Ekonom Indef Bhima Yudistira ketika dihubungi Infobank di Jakarta, Senin 21 Oktober 2019. Dirinya melihat, saat ini investor masih wait and see menunggu pengumuman nama menteri Pemerintahan Jilid dua Jokowi.
“Sementara investor asing lebih wait and see mencermati susunan kabinet hari ini. Pos pos strategis menteri yg menentukan kebijakan teknis dianggap lebih penting bagi keputusan investasi,” kata Bhima.
Bhima menjelaskan, pada pagi ini nett sells atau jual bersih di pasar saham juga telah mencapai Rp38.2 miliar. Sementara IHSG meskipun menguat 1.45%. Walau begitu, beberapa sentimen global juga harus diwaspadai terhadap pergerakan rupiah salahsatunya tekanan global akibat keputusan BREXIT.
“Tekanan global yang masih besar juga ikut berpengaruh ke fluktuasi kurs rupiah. Instabilitas politik hongkong, brexit dan perang dagang merubah strategi pengelolaan dana para investor di negara berkembang,” tukas Bhima.
Sebagai informasi, pada pembukaan perdagangan hari ini (21/10) Kurs Rupiah berada di level Rp14.129/US$ posisi tersebut menguat 0,13 persen bila dibandingkan pada penutupan perdagangan Jumat kemarin (18/10) yang masih berada di level Rp14.148/US$.
Sementara, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, (21/10) kurs rupiah berada pada posisi Rp14.132/ US$ terus menguat dari posisi Rp14.140/US$ pada perdagangan Jumat kemarin (18/10). (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More