Pasar Modal; Peran broker. (Foto: Erman)
Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sedang mengkaji regulasi untuk memperkuat peran broker atau anggota bursa (AB).
Hal ini sejalan dengan akan hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), sehingga dibutuhkan broker yang kuat dan bersaing dengan negara-negara kawasan.
Pernyataan tersebut seperti disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2015. “Tergantung dari hasil pembicaraan masukan dari market apa, apapun kebijakannya akan ada aturannya,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, bahwa sejauh ini sejumlah opsi telah dikaji oleh OJK, salah satunya yakni meningkatkan modal dengan merger. Namun, kata dia hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan pihak atau stakeholder terkait.
“Kalau misalnya merger oleh pelaku industri atau broker menganggap kurang pas sulit mencari pasangan, kita mencari jalan keluarnya. Tujuan utamanya memperkuat permodalan supaya broker kita punya daya saing kuat terutama menghadapi MEA,” tukasnya.
Namun demikian, jelas dia, jika peningkatan modal dengan mekanisme tersebut dinilai tak menguntungkan, maka akan dicarikan alternatif lain. Salah satunya yakni dengan mencarikan partner.
“Kalau peningkatan modal juga bukan alternatif yang bisa dilaksanakan tentu kita cari jalan lain apakah broker tertentu permodalan tertentu mereka lebih difokuskan mencari klien transaksi bursa lewat partner pasangan atau pihak-pihak yang lakukan kerjasama itu bentu kajian,” tutupnya. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More