Market Update

Jelang Libur Idul Adha, IHSG Ditutup Menghijau ke Level 7.113

Jakarta – Pasar saham Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, 5 Juni 2025 ditutup bertahan pada zona hijau ke posisi 7.113,42 dari dibuka pada level 7.069,03 atau meningkat 0,63 persen, jelang libur dan cuti bersama Idul Adha.

Berdasarkan statistik RTI Business mencatat sebanyak 332 saham terkoreksi, 279 saham menguat, dan 197 tetap tidak berubah. Sebanyak 23,02 miliar saham diperdagangkan dengan 1,33 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp16,41 triliun.

Lebih lanjut, indeks dalam negeri kompak menguat, dengan IDX30 naik 0,36 persen menjadi 417,15, Sri-Kehati meningkat 0,02 persen menjadi 368,35, LQ45 menguat 0,64 persen menjadi 801,70, dan JII naik 1,54 persen menjadi 500,11.

Baca juga: Investor Asing Kembali Kabur Rp434,60 Miliar, Ini 5 Saham Terbanyak Dijual

Lalu, mayoritas sektor mengalami pergerakan yang menguat, tercermin dari sektor bahan baku meningkat 1,74 persen, sektor siklikal naik 0,68 persen, sektor energi menguat 0,50 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,29 persen.

Kemudian, sektor properti naik 0,25 persen, sektor industrial menguat 0,22 persen, dan sektor keuangan meningkat 0,07 persen.

Sedangkan sektor sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor kesehatan turun 1,07 persen, sektor non-siklikal merosot 0,46 persen, sektor infrastruktur melemah 0,07 persen, dan sektor transportasi turun 0,04 persen.

Baca juga: Saham Sritex Sudah Masuk Kriteria Layak “Ditendang” dari Bursa

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM).

Sedangkan saham top losers adalah PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA). 

Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More

32 mins ago

OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More

52 mins ago

OJK Resmi Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More

1 hour ago

Infobank Perbaiki Perhitungan LAR, Rasio Bank BCA Syariah Turun Jadi 5,53 Persen

Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More

1 hour ago

OJK Optimistis Kinerja Perbankan Tetap Solid di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More

1 hour ago

Kedudukan dan Otoritas Danantara Pascarevisi Keempat UU BUMN

Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More

2 hours ago