Ekonomi dan Bisnis

Jelang Lebaran, Pedagang Tanah Abang Raup Cuan Jutaan Rupiah

Jakarta – Dua minggu jelang Hari Raya Lebaran 1444 Hijriah, suasana Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mulai ramai dipadati pengunjung yang hendak membeli pelbagai kebutuhan sandang dan pangan.

Pantauan Infobanknews, Senin (10/4/2024), sejak pukul 13.00 WIB para pengunjung saling berhimpitan memenuhi toko-toko di Blok B lantai basement, Tanah Abang.

Mereka berniat membeli pakaian muslim untuk dikenakan pada momen Lebaran nanti. Tak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk anggota keluarga lain. Maklum, banyak keluarga kompak mengenakan baju muslim dengan model dan warna serupa.

“Lebaran tahun ini, saya dan keluarga kompak mengenakan baju seragam. Ini kali pertama, kami akan mengenakan model dan warna serupa,” ujar Ningsih (38), warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Meski tidak menyiapkan bujet khusus, menurutnya berbelanja baju di Tanah Abang terbilang terjangkau ketimbang harus menjejakan kaki di pusat perbelanjaan seperti mal lainnya.

“Kalau kita pintar-pintar nawar, satu setel baju muslim bisa dapat Rp200 ribuan. Apalagi jika beli borongan harga jadi lebih murah,” ujarnya.

Hal senada juga terjadi di toko lainnya. Banyak pengunjung menghampir toko-toko pakaian muslim untuk pria, wanita dan anak. Situasi semakin menarik manakala para pedagang bersahut-sahutan mengeluarkan jargon unik mereka.

“Mampir dulu cinta, banyak model baru nih, bayar bisa belakangan,“ teriak salah satu pedagang baju koko pria di toko Aurel, Blok B, NAO.41-42.

“Yang merasa cantik mampir sini donk. Nawar gratis, cocok bawa pulang,” sahut pemilik toko baju muslim wanita moderen.

Pedagang Cuan Jelang Lebaran

Husni (45), pemilik Toko Aurel yang menjual baju koko pria mengaku omzet penjualannya meningkat sejak sepekan puasa berjalan. Meski belum terlalu signifikan, ia menyakini volume transaksi bisa melonjak dua kali liputan jelang Lebaran.

“H-3 Lebaran biasanya sudah meningkat omzet penjualan seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya dalam sehari bisa meraup untung Rp5 – Rp7 juta per hari,” ujarnya.

Biasanya, kata dia, puncak penjualan baju terjadi pada hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Di mana, para pembeli datang dengan membawa keluarga mereka.

“Mayoritas pengunjung membeli baju koko mulai dari Rp100 –Rp150 ribu. Mereka biasanya nawar diharga Rp80 ribu untuk beli borongan,” ungkapnya.

Senada dengan Toko Farlan yang menjual baju gamis dan hijab. Toko yang berlokasi di Blok B, No.136 itu dipadati para pembeli kaum Hawa. Untuk model yang banyak dicari tergantung pembeli.

“Kami jual gamis mulai dari Rp150 ribu sampai Rp300 ribu. Untuk kerudung mulai dari Rp50 ribuan,” kata Ajeng, salah satu penjaga toko tersebut.

Berdasarkan keterangan dua pedagang tersebut, tren penjualan pakaian muslim sedikit berbeda pada dua tahu lalu saat pandemi Covid-19 merebak di Indonesia. Kondisi ini berimbas langsung kepada omzet pemasukan.

“Omzet pemasukan menurun di atas 50% karena memang ada pembatasan kegiatan diluar rumah. Bahkan banyak toko-toko di sini ada yang memilih tutup,” pungkas Husni.

Selain toko pakaian muslim, toko-toko yang berada di luar Pasar Tanah Abang pun kebanjiran pengunjung. Salah satunya, toko oleh-oleh Haji yang Infobanknews temui.

“Minyak olive oil berapa harganya mas,” tanya Infobanknews, saat menunjuk ke salah satu botol kaca dengan ukuran 250 ml.

“Harganya Rp70 ribu mas, kualitas terjamin. Bisa buat masak dan minum,” timpal pedagang bernama Ali.

Tanpa berpikir panjang, Infobanknews pun langsung membeli produk tersebut sembari melanjutkan percakapan dengan si penjual.

Menurut Ali, peningkatan omzet terus terjadi jelang Lebaran. Berdasarkan tahun-tahun sebelumnya omzet yang berhasil diraup bisa Rp2 sampai Rp3 juta perhari.

“Kalau hari-hari biasa paling banter sehari hanya Rp400 sampai Rp500 ribu saja,” akunya.

Apalagi, kata dia, pada saat pandemi Covid-19 lalu di mana ada dalam satu hari tidak ada satu orang yang datang membeli barang dagangan seperti kurma dan oleh-oleh khas haji lainnya.(*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

3 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

3 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

3 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

5 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

6 hours ago