Jakarta — Jelang pelaksanaan elektronikfikasi tol secara menyeluruh pada 31 Oktober 2017 mendatang, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengaku penerapan gardu tol masih belum maksimal.
Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan pembenahan pada gardu tolnya guna dapat melaksanakan elektronikfikasi gardu tol tersebut dengan baik.
“Kami sadari bahwa saat ini masih masa transisi, artinya kelancaran dari transaksi belum ideal dan belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena masih banyak yang mungkin bertanya (program elektronikfikasi), ternyata banyak yang belum siap,” ungkap Desi kala mengadakan Jumpa Pers Perkembangan Penetrasi Elektronikfikasi Gardu Tol di Kompleks Bank Indonesia (BI), Jakarta, Senin, 23 Oktober 2017.
Baca juga: Jelang Elektronifikasi Tol, Jasa Marga Hindari PHK Besar-besaran
Desi menilai, bila kesiapan elektronikfikasi gardu tol sudah berjalan dengan sempurna, dapat mengurangi waktu tunggu transaksi di gardu tol sekitar 2/3 dibandingkan dengan sistem tunai.
“Dengan elektronikfikasi ini tentu kecepatan transaksi akan lebih cepat 2/3 dari sebelumnya dan kelancaran dalam transaksi ini dapat lebih maksimal,” ungkap Desi.
Sebagai informasi sampai dengan tanggal 20 Oktober 2017, penetrasi elektronikfikasi gardu tol secara nasional sudah mencapai 88 persen. Dengan rincian Jabotabek sudah 92 persen nontunai, pada non-Jabodetabek sudah 79 persen nontunai, serta pada luar Jawa sudah 74 persen secara nontunai. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More