Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Jumat, 21 November 2025 ditutup bertahan pada zona merah ke level 8.414,35 atau melemah 0,07 persen dari level 8.419,91.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 352 saham terkoreksi, 274 saham menguat, dan 187 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 34,78 miliar saham diperdagangkan dengan 1,94 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp16,47 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah. Rinciannya, IDX30 turun 0,41 persen menjadi 440,24, LQ45 terkoreksi 0,28 persen ke 845,68, dan JII melemah 0,33 persen menjadi 568,86. Sedangkan Sri-Kehati meningkat 0,11 persen menjadi 384,10.
Baca juga: Nasabah Makin Digital, Ancaman Ransomware Kian Menghantui Perusahaan Sekuritas
Meski demikian, mayoritas sektor mampu ditutup hijau, dengan sektor teknologi naik 2,72 persen, sektor industrial meningkat 0,85 persen, sektor siklikal menguat 0,66 persen, sektor bahan baku naik 0,65 persen, sektor properti meningkat 0,58 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,40 persen.
Sedangkan, sektor lainnya melemah. Ini terlihat dari sektor keuangan turun 0,61 persen, sektor transportasi (-0,60 persen), sektor infrastruktur (-0,58 persen), non-siklikal (-0,49 persen), dan sektor energi (-0,29 persen).
Baca juga: OJK: Free Float Saham Bakal Dinaikkan Bertahap Jadi 25 Persen
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).
Sedangkan saham top losers adalah PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More