Market Update

Jelang Akhir Pekan, IHSG Parkir di Zona Merah

Poin Penting

  • IHSG ditutup melemah 0,07 persen ke 8.414,35, dengan 352 saham terkoreksi dan total nilai transaksi mencapai Rp16,47 triliun.
  • Mayoritas indeks domestik melemah, namun sektor-sektor utama justru menguat, dipimpin teknologi (+2,72 persen), industrial (+0,85 persen), dan siklikal (+0,66 persen).
  • Top gainers meliputi BUKK, EMTK, dan SAME; sementara top losers mencakup STAA, CMRY, dan ALII. Saham paling aktif diperdagangkan adalah BUMI, BRMS, dan DEWA.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini Jumat, 21 November 2025 ditutup bertahan pada zona merah ke level 8.414,35 atau melemah 0,07 persen dari level 8.419,91.

Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 352 saham terkoreksi, 274 saham menguat, dan 187 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 34,78 miliar saham diperdagangkan dengan 1,94 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp16,47 triliun.

Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah. Rinciannya, IDX30 turun 0,41 persen menjadi 440,24, LQ45 terkoreksi 0,28 persen ke 845,68, dan JII melemah 0,33 persen menjadi 568,86. Sedangkan Sri-Kehati meningkat 0,11 persen menjadi 384,10.

Baca juga: Nasabah Makin Digital, Ancaman Ransomware Kian Menghantui Perusahaan Sekuritas

Meski demikian, mayoritas sektor mampu ditutup hijau, dengan sektor teknologi naik 2,72 persen, sektor industrial meningkat 0,85 persen, sektor siklikal menguat 0,66 persen, sektor bahan baku naik 0,65 persen, sektor properti meningkat 0,58 persen, dan sektor kesehatan menguat 0,40 persen.

Sedangkan, sektor lainnya melemah. Ini terlihat dari sektor keuangan turun 0,61 persen, sektor transportasi (-0,60 persen), sektor infrastruktur (-0,58 persen), non-siklikal (-0,49 persen), dan sektor energi (-0,29 persen).

Baca juga: OJK: Free Float Saham Bakal Dinaikkan Bertahap Jadi 25 Persen

Saham Top Gainers dan Top Losers

Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).

Sedangkan saham top losers adalah PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII). 

Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Volume Trading Tokenisasi Aset di PINTU Meningkat, 3 Aset Ini Paling Diminati

Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More

1 hour ago

Pemerintah Lakukan Efisiensi Anggaran K/L untuk Cegah Defisit Tembus 3 Persen

Poin Penting Pemerintah akan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga untuk mencegah defisit APBN melampaui batas 3… Read More

2 hours ago

Ramai di TikTok soal Ekonomi RI Hancur, Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir kritik yang menyebut ekonomi Indonesia hancur dan… Read More

2 hours ago

Askrindo Dukung Mudik Gratis BUMN 2026 lewat Moda Transportasi Laut

Poin Penting Askrindo berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis BUMN 2026 untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan… Read More

2 hours ago

AAJI Gelar Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Januari – Desember 2025.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 57 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Desember 2025.… Read More

3 hours ago

Perkuat Ekspansi Kredit Berkualitas, Mastercard Kolaborasi dengan CLIK Indonesia

Poin Penting Mastercard dan CLIK Credit Bureau Indonesia menjalin kerja sama untuk memperkuat ekspansi kredit… Read More

4 hours ago