Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Jumat, 16 Mei 2025, kembali ditutup melesat ke posisi 7.106,52 dari dibuka pada level 7.040,16 atau menguat 0,94 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business mencatat sebanyak 291 saham terkoreksi, 325 saham menguat, dan 193 tetap tidak berubah. Sebanyak 25,76 miliar saham diperdagangkan dengan 1,31 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp14,95 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak naik, dengan IDX30 menguat 1,43 persen menjadi 420,64, LQ45 meningkat 1,22 persen menjadi 806,15, Sri-Kehati naik 1,15 persen menjadi 375,96, dan JII menguat 1,82 persen menjadi 478,40.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Hijau pada Posisi 7.062
Kemudian, mayoritas sektor juga mengalami penguatan tecermin dari sektor infrastruktur meningkat 2,44 persen, sektor bahan baku menguat 1,86 persen, sektor energi naik 1,22 persen, sektor kesehatan meningkat 0,85 persen.
Serta, sektor non-siklikal naik 0,50 persen, sektor industrial menguat 0,29 persen, dan sektor keuangan meningkat 0,07 persen.
Sedangkan, sektor sisanya mengalami pelemahan, dengan sektor properti turun 0,53 persen, sektor siklikal merosot 0,52 persen, sektor teknologi melemah 0,35 persen, dan sektor transportasi turun 0,35 persen.
Baca juga: Analis Sebut Kembalinya IHSG ke Posisi 7.000 Ditopang Sektor Perbankan
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Sedangkan saham top losers adalah PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Medela Potentia Tbk (MDLA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Panin Financial Tbk (PNLF), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More